Headlines News :
Home » » hadits-hadits Bab Khalifah dan Pemerintahan

hadits-hadits Bab Khalifah dan Pemerintahan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


1. Para Khalifah dari Kaum Quraisy
. عَنْ عَبْد اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ هَذَا الْأَمْرُ فِي قُرَيْشٍ مَا بَقِيَ مِنْ النَّاسِ اثْنَانِ
1199- Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Permasalahan khilafah ini senantiasa akan tetap berada di kalangan Quraisy, selama masih ada dua golongan dalam kaum muslimin.' {Muslim 6/3}



عن أَبي هُرَيْرَةَ قال: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسُ تَبَعٌ لِقُرَيْشٍ فِي هَذَا الشَّأْنِ مُسْلِمُهُمْ تَبَعٌ لِمُسْلِمِهِمْ وَكَافِرُهُمْ تَبَعٌ لِكَافِرِهِمْ
1200- Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Umat manusia, dalam hal ini (kebajikan dan keburukan) mengikuti kaum Quraisy. Kemusliman mereka harus mengikut kepada kemusliman kaum Quraisy dan kekafiran mereka pun harus mengikut kepada kekafiran kaum Quraisy'" {Muslim 6/2}
. عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ كَتَبْتُ إِلَى جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ مَعَ غُلَامِي نَافِعٍ أَنْ أَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَكَتَبَ إِلَيَّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ جُمُعَةٍ عَشِيَّةَ رُجِمَ الْأَسْلَمِيُّ يَقُولُ لَا يَزَالُ الدِّينُ قَائِمًا حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ أَوْ يَكُونَ عَلَيْكُمْ اثْنَا عَشَرَ خَلِيفَةً كُلُّهُمْ مِنْ قُرَيْشٍ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ عُصَيْبَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَفْتَتِحُونَ الْبَيْتَ الْأَبْيَضَ بَيْتَ كِسْرَى أَوْ آلِ كِسْرَى وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ كَذَّابِينَ فَاحْذَرُوهُمْ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ إِذَا أَعْطَى اللَّهُ أَحَدَكُمْ خَيْرًا فَلْيَبْدَأْ بِنَفْسِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ أَنَا الْفَرَطُ عَلَى الْحَوْضِ
1201- Dari Amir bin Sa'ad bin Abu Waqqash, dia berkata, "Saya pernah berkirim surat kepada Jabir bin Samurah melalui perantaraan budak saya bernama Nafi' yang isinya meminta agar ia berkenan memberitahukan kepada saya apa yang telah ia dengar dari Rasulullah SAW." Tak lama kemudian, ia pun membalas surat saya yang isinya sebagai berikut, "Pada Jum'at sore, ketika Al Aslami menjalani hukuman rajam, saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Agama Islam ini akan tetap tegak berdiri hingga hari kiamat, manakala kalian dipimpin oleh dua belas khalifah yang semuanya berasal dari kaum Quraisy.' Selain itu saya juga pernah mendengar beliau bersabda, "Pada suatu saat kelak, ada sekelompok kaum muslimin yang akan menaklukkan istana putih milik Kisra (Yazdajir) atau milik keluarga besar Yazdajir." Saya juga pernah mendengar beliau bersabda, "Sesungguhnya pada saat ini banyak para pendusta. Oleh karena itu, hindarilah mereka." Saya juga mendengar beliau bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian berdiri kebaikan, maka hendaknya ia memulai dengan dirinya dan ahli baitnya.' Dan saya juga pernah mendengar beliau bersabda, "Akulah orang pertama yang akan tiba di telaga (di surga)" {Muslim 6/4}

2. Menunjuk Khalifah dan Membiarkannya (Sesuai Pilihan Rakyat)
. عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ فَقَالَتْ أَعَلِمْتَ أَنَّ أَبَاكَ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ قَالَ قُلْتُ مَا كَانَ لِيَفْعَلَ قَالَتْ إِنَّهُ فَاعِلٌ قَالَ فَحَلَفْتُ أَنِّي أُكَلِّمُهُ فِي ذَلِكَ فَسَكَتُّ حَتَّى غَدَوْتُ وَلَمْ أُكَلِّمْهُ قَالَ فَكُنْتُ كَأَنَّمَا أَحْمِلُ بِيَمِينِي جَبَلًا حَتَّى رَجَعْتُ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ فَسَأَلَنِي عَنْ حَالِ النَّاسِ وَأَنَا أُخْبِرُهُ قَالَ ثُمَّ قُلْتُ لَهُ إِنِّي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ مَقَالَةً فَآلَيْتُ أَنْ أَقُولَهَا لَكَ زَعَمُوا أَنَّكَ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ وَإِنَّهُ لَوْ كَانَ لَكَ رَاعِي إِبِلٍ أَوْ رَاعِي غَنَمٍ ثُمَّ جَاءَكَ وَتَرَكَهَا رَأَيْتَ أَنْ قَدْ ضَيَّعَ فَرِعَايَةُ النَّاسِ أَشَدُّ قَالَ فَوَافَقَهُ قَوْلِي فَوَضَعَ رَأْسَهُ سَاعَةً ثُمَّ رَفَعَهُ إِلَيَّ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَحْفَظُ دِينَهُ وَإِنِّي لَئِنْ لَا أَسْتَخْلِفْ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَسْتَخْلِفْ وَإِنْ أَسْتَخْلِفْ فَإِنَّ أَبَا بَكْرٍ قَدْ اسْتَخْلَفَ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ ذَكَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ فَعَلِمْتُ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ لِيَعْدِلَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدًا وَأَنَّهُ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ
1202- Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Saya pernah bertamu ke rumah Hafshah dan ia bertanya kepada saya, 'Hai Abdullah, apakah kamu telah mengetahui bahwasanya ayahmu tidak menunjuk seorang khalifah?' Saya langsung menjawab, 'Ya saya telah mengetahuinya. Dan rasanya ia tidak akan mungkin melakukan hal itu.' Hafsah berkata, "Ia (Umar bin Khaththab) melakukan hal itu." Di hadapan Hafshah saya bersumpah untuk meyakinkannya bahwa sebenarnya saya sudah menyarankan hal itu kepadanya, tetapi ia hanya terdiam saja. Hingga akhirnya saya merasa bosan sendiri dan tidak ingin membicarakannya lagi kepadanya. Akan tetapi, saya merasa seakan-akan saya sedang memikul gunung di pundak kanan saya. Oleh karena itu, saya pun kembali menemuinya. Setelah itu, ia bertanya kepada saya tentang keadaan manusia dan saya pun menjawab seadanya. Lalu saya berkata kepadanya, "Bahwasanya saya pernah mendengar masyarakat sedang membicarakan tentang sesuatu dan saya bersumpah untuk menyampaikan berita ini kepada engkau. Menurut pandangan mereka selama ini, engkau adalah seorang khalifah yang tidak ingin menunjuk seorang khalifah atau pengganti. Seandainya engkau mempunyai seorang penggembala unta atau kambing. Kemudian, ia datang kepadamu dan meninggalkan hewan gembalanya, maka bukankah engkau melihat bahwa ia telah menyia-nyiakannya. Terlebih lagi, gembala yang akan engkau atur ini adalah manusia." Di luar dugaan, ternyata ia menyetujui pendapat saya. Sejenak ia menundukkan kepalanya dan setelah itu mengangkatnya kembali mengarah kepada saya seraya berkata, "Hai Abdullah, sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung senantiasa akan memelihara agama-Nya. Sekiranya saat ini aku tidak menunjuk seorang khalifah, maka bukankah Rasulullah SAW sendiri sudah pernah melakukannya, dan sekiranya nanti aku akan menunjuk seorang khalifah penggantiku, maka bukankah hal itu pernah dilakukan oleh sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq." Abdullah bin Umar berkata, "Demi Allah, ketika ia menyinggung-nyinggung nama Rasulullah SAW dan Abu Bakar, maka pahamlah saya bahwa ia memang bermaksud untuk tidak menunjuk seorang khalitah penggantinya kelak." {Muslim 6/5}

3. Perintah Untuk Memenuhi Pembaiatan Khalifah yang Pertama dibaiat dan Khalifah yang Selanjutnya
عَنْ أَبِي حَازِمٍ قَالَ قَاعَدْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ خَمْسَ سِنِينَ فَسَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ تَكْثُرُ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ
1203- Dari Abu Hazim, dia berkata, "Selama lima tahun saya telah berteman dan bergaul dengan Abu Hurairah RA. Hingga pada suatu ketika saya pernah mendengarnya bercerita kepada saya tentang suatu hadits dari Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, 'Orang-orang Bani Israil itu selalu diatur oleh para nabi Allah. Setiap kali seorang nabi meninggal dunia, maka ia akan digantikan oleh nabi yang lain. Tetapi, ketahuilah, bahwasanya tiada seorang nabi pun setelahku nanti. Namun, setelah itu akan hadir beberapa khalifah.'' Para sahabat bertanya, 'Lantas, apa yang akan engkau perintahkan kepada kami ya Rasulullah?' Rasulullah SAW menjawab, "Penuhilah pembai'atan khalifah yang pertama dan khalifah yang selanjutnya. Penuhilah hak-hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungan jawab terhadap kepemimpinan mereka." {Muslim 6/17}
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ رَبِّ الْكَعْبَةِ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ جَالِسٌ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ وَالنَّاسُ مُجْتَمِعُونَ عَلَيْهِ فَأَتَيْتُهُمْ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَنَزَلْنَا مَنْزِلًا فَمِنَّا مَنْ يُصْلِحُ خِبَاءَهُ وَمِنَّا مَنْ يَنْتَضِلُ وَمِنَّا مَنْ هُوَ فِي جَشَرِهِ إِذْ نَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ جَامِعَةً فَاجْتَمَعْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلَاءٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَقُلْتُ لَهُ أَنْشُدُكَ اللَّهَ آنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَهْوَى إِلَى أُذُنَيْهِ وَقَلْبِهِ بِيَدَيْهِ وَقَالَ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي فَقُلْتُ لَهُ هَذَا ابْنُ عَمِّكَ مُعَاوِيَةُ يَأْمُرُنَا أَنْ نَأْكُلَ أَمْوَالَنَا بَيْنَنَا بِالْبَاطِلِ وَنَقْتُلَ أَنْفُسَنَا وَاللَّهُ يَقُولُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا قَالَ فَسَكَتَ سَاعَةً ثُمَّ قَالَ أَطِعْهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَاعْصِهِ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ.
1204- Dari Abdurahman bin Abdu Rabbil Ka'bah, dia berkata, "Pada suatu hari saya memasuki masjid (Masjidil Haram) dan di sana saya melihat Abdullah bin Amr bin Al Ash sedang duduk di bawah naungan Ka'bah yang dikelilingi beberapa orang. Setelah itu, saya juga ikut bergabung dengan mereka. Saya duduk di sebelah Abdullah bin Amr bin Al Ash yang kemudian mulai membuka pembicaraan, 'Suatu ketika, kami sedang berada dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah SAW. Lalu kami sempat beristirahat di suatu tempat, maka di antara kami ada yang masih tetap tinggal di dalam tenda dan ada pula yang sedang latihan memanah, serta ada yang tengah menggiring hewan ternaknya ke tanah lapang. Tiba-tiba, datang seorang muadzin Rasulullah SAW yang memberitahukan bahwasanya waktu shalat telah tiba. Lalu kami pun bergabung bersama Rasulullah SAW. Setelah itu beliau bersabda, "Sesungguhnya, tidak ada seorang nabi sebelumku kecuali ia merasa berkewajiban untuk menunjukkan umatnya kepada kebajikan dan memperingatkan mereka dari keburukan yang diberitahukannya kepada mereka. Sesungguhnya umatmu sekarang ini adalah umat yang sempurna (baik) pada permulaannya, tetapi penuh bencana dan hal-hal yang kamu ingkari pada akhirnya. Akan datang suatu fitnah yang membuat sebagian umat ini memperbudak sebagian yang lain. Dan akan datang pula suatu fitnah yang sempat membuat cemas seorang mukmin hingga ia akan mengatakan, 'Inilah masa kehancuranku', kemudian fitnah itu berlalu, lalu fitnah itu datang kembali, maka orang mukmin itu pun berkata, 'Begini dan begitu.' Oleh karena itu, barang siapa di antara kalian yang ingin terhindar dari api neraka dan ingin dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah ia tetap beriman kepada Allah dan hari kiamat serta bergabung bersama orang-orang yang beriman. Barang siapa yang membai'at seorang imam atau pemimpin, sedangkan ia telah menyetujuinya dengan sepenuh hati, maka hendaklah ia mentaatinya sekuat tenaga. Apabila datang seorang pemimpin lain yang hendak menyingkirkannya, maka pukullah tengkuk (bunuhlah) pemimpin tersebut." Kemudian saya dekati Abdullah bin Amr bin Al Ash seraya bertanya kepadanya, "Hai Abdullah, apakah kamu langsung mendengar sendiri hadits ini dari Rasulullah?" Dengan penuh antusias dan semangat ia menjawab, "Ya. Saya telah mendengarnya sendiri langsung dari Rasulullah dengan sepenuh hati." Saya bertanya lagi kepadanya, "Tetapi, Mua'wiyah keponakanmu ini memerintahkan kami untuk saling memakan harta kami dengan cara batil dan juga memerintahkan kami untuk saling membunuh diantara kami sendiri. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, 'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antaramu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." Sejenak Abdullah bin Amr bin Al Ash terdiam. Namun, beberapa saat kemudian ia berkata, "Taatlah kepadanya dalam masalah ketaatan kepada Allah dan ingkarlah kepadanya dalam kemaksiatan kepada Allah!" {Muslim 6/18}

4. Apabila Ada Dua Orang Khalifah yang Dibai'at
1205.
Dari Abu Said Al Khudri RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Apabila dilaksanakan pembai'atan dua orang khalifah, maka bunuhlah salah seorang dari keduanya!'" {Muslim 6/23}

5. Setiap Orang dari Kalian adalah Pemimpin, dan setiap Kalian akan Bertanggung Jawab atas Apa yang Dipimpinnya
عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
1206- Dari Ibnu Umar RA, dari Nabi Muhammad SAW, beliau telah bersabda, "Setiap orang dari kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungan jawab terhadap apa yang di pimpinnya. Seorang raja adalah pemimpin bagi rakyatnya dan ia akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan ia akan dimintai pertanggunganjawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin bagi rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya. Ketahuilah bahwa setiap orang dari kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya." {Muslim 6/8}

6.  Larangan Mencari dan Memburu Pangkat/Kedudukan
عن عَبْد الرَّحْمَنِ بْن سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ أُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا
1207- Dari Abdurrahman bin Samurah, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Hai Abdurrahman, janganlah kamu meminta pangkat kedudukan! Apabila kamu diberi karena kamu memintanya, maka hal itu akan menjadi suatu beban yang berat bagi dirimu. Lain halnya apabila kamu diberi tanpa adanya permintaan darimu, maka kamu akan ditolong:" {Muslim 6/6}
عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنِّي أَرَاكَ ضَعِيفًا وَإِنِّي أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِي لَا تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ وَلَا تَوَلَّيَنَّ مَالَ يَتِيمٍ
1208- Dari Abu Dzar RA, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, "Hai Abu Dzar, aku melihat bahwasanya kamu ini adalah orang yang lemah dan aku menyayangimu seperti aku menyayangi diriku. Oleh karena itu, janganlah kamu memimpin atas dua orang dan jangan pula kamu memegang amanat harta anak yatim." {Muslim 6/7}
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا
1209- Dari Abu Dzar RA, bahwasanya ia telah berkata, "Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak memberikan tugas kepada saya?' Sambil menepak pundak saya, beliau bersabda, "Hai Abu Dzar, sesungguhnya kamu ini adalah orang yang lemah, sedangkan tugas yang kamu minta itu merupakan sebuah amanat. Ketahuilah bahwasanya, pada hari kiamat kelak, amanat tersebut merupakan sesuatu yang akan mendatangkan kenistaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar serta memenuhi segala kewajiban amanat yang telah dibebankan kepadanya." {Muslim 6/6}






1. Para Khalifah dari Kaum Quraisy
. عَنْ عَبْد اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ هَذَا الْأَمْرُ فِي قُرَيْشٍ مَا بَقِيَ مِنْ النَّاسِ اثْنَانِ
1199- Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Permasalahan khilafah ini senantiasa akan tetap berada di kalangan Quraisy, selama masih ada dua golongan dalam kaum muslimin.' {Muslim 6/3}



عن أَبي هُرَيْرَةَ قال: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسُ تَبَعٌ لِقُرَيْشٍ فِي هَذَا الشَّأْنِ مُسْلِمُهُمْ تَبَعٌ لِمُسْلِمِهِمْ وَكَافِرُهُمْ تَبَعٌ لِكَافِرِهِمْ
1200- Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Umat manusia, dalam hal ini (kebajikan dan keburukan) mengikuti kaum Quraisy. Kemusliman mereka harus mengikut kepada kemusliman kaum Quraisy dan kekafiran mereka pun harus mengikut kepada kekafiran kaum Quraisy'" {Muslim 6/2}
. عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ كَتَبْتُ إِلَى جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ مَعَ غُلَامِي نَافِعٍ أَنْ أَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَكَتَبَ إِلَيَّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ جُمُعَةٍ عَشِيَّةَ رُجِمَ الْأَسْلَمِيُّ يَقُولُ لَا يَزَالُ الدِّينُ قَائِمًا حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ أَوْ يَكُونَ عَلَيْكُمْ اثْنَا عَشَرَ خَلِيفَةً كُلُّهُمْ مِنْ قُرَيْشٍ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ عُصَيْبَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَفْتَتِحُونَ الْبَيْتَ الْأَبْيَضَ بَيْتَ كِسْرَى أَوْ آلِ كِسْرَى وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ كَذَّابِينَ فَاحْذَرُوهُمْ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ إِذَا أَعْطَى اللَّهُ أَحَدَكُمْ خَيْرًا فَلْيَبْدَأْ بِنَفْسِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ أَنَا الْفَرَطُ عَلَى الْحَوْضِ
1201- Dari Amir bin Sa'ad bin Abu Waqqash, dia berkata, "Saya pernah berkirim surat kepada Jabir bin Samurah melalui perantaraan budak saya bernama Nafi' yang isinya meminta agar ia berkenan memberitahukan kepada saya apa yang telah ia dengar dari Rasulullah SAW." Tak lama kemudian, ia pun membalas surat saya yang isinya sebagai berikut, "Pada Jum'at sore, ketika Al Aslami menjalani hukuman rajam, saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Agama Islam ini akan tetap tegak berdiri hingga hari kiamat, manakala kalian dipimpin oleh dua belas khalifah yang semuanya berasal dari kaum Quraisy.' Selain itu saya juga pernah mendengar beliau bersabda, "Pada suatu saat kelak, ada sekelompok kaum muslimin yang akan menaklukkan istana putih milik Kisra (Yazdajir) atau milik keluarga besar Yazdajir." Saya juga pernah mendengar beliau bersabda, "Sesungguhnya pada saat ini banyak para pendusta. Oleh karena itu, hindarilah mereka." Saya juga mendengar beliau bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian berdiri kebaikan, maka hendaknya ia memulai dengan dirinya dan ahli baitnya.' Dan saya juga pernah mendengar beliau bersabda, "Akulah orang pertama yang akan tiba di telaga (di surga)" {Muslim 6/4}

2. Menunjuk Khalifah dan Membiarkannya (Sesuai Pilihan Rakyat)
. عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ فَقَالَتْ أَعَلِمْتَ أَنَّ أَبَاكَ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ قَالَ قُلْتُ مَا كَانَ لِيَفْعَلَ قَالَتْ إِنَّهُ فَاعِلٌ قَالَ فَحَلَفْتُ أَنِّي أُكَلِّمُهُ فِي ذَلِكَ فَسَكَتُّ حَتَّى غَدَوْتُ وَلَمْ أُكَلِّمْهُ قَالَ فَكُنْتُ كَأَنَّمَا أَحْمِلُ بِيَمِينِي جَبَلًا حَتَّى رَجَعْتُ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ فَسَأَلَنِي عَنْ حَالِ النَّاسِ وَأَنَا أُخْبِرُهُ قَالَ ثُمَّ قُلْتُ لَهُ إِنِّي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ مَقَالَةً فَآلَيْتُ أَنْ أَقُولَهَا لَكَ زَعَمُوا أَنَّكَ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ وَإِنَّهُ لَوْ كَانَ لَكَ رَاعِي إِبِلٍ أَوْ رَاعِي غَنَمٍ ثُمَّ جَاءَكَ وَتَرَكَهَا رَأَيْتَ أَنْ قَدْ ضَيَّعَ فَرِعَايَةُ النَّاسِ أَشَدُّ قَالَ فَوَافَقَهُ قَوْلِي فَوَضَعَ رَأْسَهُ سَاعَةً ثُمَّ رَفَعَهُ إِلَيَّ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَحْفَظُ دِينَهُ وَإِنِّي لَئِنْ لَا أَسْتَخْلِفْ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَسْتَخْلِفْ وَإِنْ أَسْتَخْلِفْ فَإِنَّ أَبَا بَكْرٍ قَدْ اسْتَخْلَفَ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ ذَكَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ فَعَلِمْتُ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ لِيَعْدِلَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدًا وَأَنَّهُ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ
1202- Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Saya pernah bertamu ke rumah Hafshah dan ia bertanya kepada saya, 'Hai Abdullah, apakah kamu telah mengetahui bahwasanya ayahmu tidak menunjuk seorang khalifah?' Saya langsung menjawab, 'Ya saya telah mengetahuinya. Dan rasanya ia tidak akan mungkin melakukan hal itu.' Hafsah berkata, "Ia (Umar bin Khaththab) melakukan hal itu." Di hadapan Hafshah saya bersumpah untuk meyakinkannya bahwa sebenarnya saya sudah menyarankan hal itu kepadanya, tetapi ia hanya terdiam saja. Hingga akhirnya saya merasa bosan sendiri dan tidak ingin membicarakannya lagi kepadanya. Akan tetapi, saya merasa seakan-akan saya sedang memikul gunung di pundak kanan saya. Oleh karena itu, saya pun kembali menemuinya. Setelah itu, ia bertanya kepada saya tentang keadaan manusia dan saya pun menjawab seadanya. Lalu saya berkata kepadanya, "Bahwasanya saya pernah mendengar masyarakat sedang membicarakan tentang sesuatu dan saya bersumpah untuk menyampaikan berita ini kepada engkau. Menurut pandangan mereka selama ini, engkau adalah seorang khalifah yang tidak ingin menunjuk seorang khalifah atau pengganti. Seandainya engkau mempunyai seorang penggembala unta atau kambing. Kemudian, ia datang kepadamu dan meninggalkan hewan gembalanya, maka bukankah engkau melihat bahwa ia telah menyia-nyiakannya. Terlebih lagi, gembala yang akan engkau atur ini adalah manusia." Di luar dugaan, ternyata ia menyetujui pendapat saya. Sejenak ia menundukkan kepalanya dan setelah itu mengangkatnya kembali mengarah kepada saya seraya berkata, "Hai Abdullah, sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung senantiasa akan memelihara agama-Nya. Sekiranya saat ini aku tidak menunjuk seorang khalifah, maka bukankah Rasulullah SAW sendiri sudah pernah melakukannya, dan sekiranya nanti aku akan menunjuk seorang khalifah penggantiku, maka bukankah hal itu pernah dilakukan oleh sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq." Abdullah bin Umar berkata, "Demi Allah, ketika ia menyinggung-nyinggung nama Rasulullah SAW dan Abu Bakar, maka pahamlah saya bahwa ia memang bermaksud untuk tidak menunjuk seorang khalitah penggantinya kelak." {Muslim 6/5}

3. Perintah Untuk Memenuhi Pembaiatan Khalifah yang Pertama dibaiat dan Khalifah yang Selanjutnya
عَنْ أَبِي حَازِمٍ قَالَ قَاعَدْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ خَمْسَ سِنِينَ فَسَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ تَكْثُرُ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ
1203- Dari Abu Hazim, dia berkata, "Selama lima tahun saya telah berteman dan bergaul dengan Abu Hurairah RA. Hingga pada suatu ketika saya pernah mendengarnya bercerita kepada saya tentang suatu hadits dari Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, 'Orang-orang Bani Israil itu selalu diatur oleh para nabi Allah. Setiap kali seorang nabi meninggal dunia, maka ia akan digantikan oleh nabi yang lain. Tetapi, ketahuilah, bahwasanya tiada seorang nabi pun setelahku nanti. Namun, setelah itu akan hadir beberapa khalifah.'' Para sahabat bertanya, 'Lantas, apa yang akan engkau perintahkan kepada kami ya Rasulullah?' Rasulullah SAW menjawab, "Penuhilah pembai'atan khalifah yang pertama dan khalifah yang selanjutnya. Penuhilah hak-hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungan jawab terhadap kepemimpinan mereka." {Muslim 6/17}
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ رَبِّ الْكَعْبَةِ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ جَالِسٌ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ وَالنَّاسُ مُجْتَمِعُونَ عَلَيْهِ فَأَتَيْتُهُمْ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَنَزَلْنَا مَنْزِلًا فَمِنَّا مَنْ يُصْلِحُ خِبَاءَهُ وَمِنَّا مَنْ يَنْتَضِلُ وَمِنَّا مَنْ هُوَ فِي جَشَرِهِ إِذْ نَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ جَامِعَةً فَاجْتَمَعْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلَاءٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَقُلْتُ لَهُ أَنْشُدُكَ اللَّهَ آنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَهْوَى إِلَى أُذُنَيْهِ وَقَلْبِهِ بِيَدَيْهِ وَقَالَ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي فَقُلْتُ لَهُ هَذَا ابْنُ عَمِّكَ مُعَاوِيَةُ يَأْمُرُنَا أَنْ نَأْكُلَ أَمْوَالَنَا بَيْنَنَا بِالْبَاطِلِ وَنَقْتُلَ أَنْفُسَنَا وَاللَّهُ يَقُولُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا قَالَ فَسَكَتَ سَاعَةً ثُمَّ قَالَ أَطِعْهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَاعْصِهِ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ.
1204- Dari Abdurahman bin Abdu Rabbil Ka'bah, dia berkata, "Pada suatu hari saya memasuki masjid (Masjidil Haram) dan di sana saya melihat Abdullah bin Amr bin Al Ash sedang duduk di bawah naungan Ka'bah yang dikelilingi beberapa orang. Setelah itu, saya juga ikut bergabung dengan mereka. Saya duduk di sebelah Abdullah bin Amr bin Al Ash yang kemudian mulai membuka pembicaraan, 'Suatu ketika, kami sedang berada dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah SAW. Lalu kami sempat beristirahat di suatu tempat, maka di antara kami ada yang masih tetap tinggal di dalam tenda dan ada pula yang sedang latihan memanah, serta ada yang tengah menggiring hewan ternaknya ke tanah lapang. Tiba-tiba, datang seorang muadzin Rasulullah SAW yang memberitahukan bahwasanya waktu shalat telah tiba. Lalu kami pun bergabung bersama Rasulullah SAW. Setelah itu beliau bersabda, "Sesungguhnya, tidak ada seorang nabi sebelumku kecuali ia merasa berkewajiban untuk menunjukkan umatnya kepada kebajikan dan memperingatkan mereka dari keburukan yang diberitahukannya kepada mereka. Sesungguhnya umatmu sekarang ini adalah umat yang sempurna (baik) pada permulaannya, tetapi penuh bencana dan hal-hal yang kamu ingkari pada akhirnya. Akan datang suatu fitnah yang membuat sebagian umat ini memperbudak sebagian yang lain. Dan akan datang pula suatu fitnah yang sempat membuat cemas seorang mukmin hingga ia akan mengatakan, 'Inilah masa kehancuranku', kemudian fitnah itu berlalu, lalu fitnah itu datang kembali, maka orang mukmin itu pun berkata, 'Begini dan begitu.' Oleh karena itu, barang siapa di antara kalian yang ingin terhindar dari api neraka dan ingin dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah ia tetap beriman kepada Allah dan hari kiamat serta bergabung bersama orang-orang yang beriman. Barang siapa yang membai'at seorang imam atau pemimpin, sedangkan ia telah menyetujuinya dengan sepenuh hati, maka hendaklah ia mentaatinya sekuat tenaga. Apabila datang seorang pemimpin lain yang hendak menyingkirkannya, maka pukullah tengkuk (bunuhlah) pemimpin tersebut." Kemudian saya dekati Abdullah bin Amr bin Al Ash seraya bertanya kepadanya, "Hai Abdullah, apakah kamu langsung mendengar sendiri hadits ini dari Rasulullah?" Dengan penuh antusias dan semangat ia menjawab, "Ya. Saya telah mendengarnya sendiri langsung dari Rasulullah dengan sepenuh hati." Saya bertanya lagi kepadanya, "Tetapi, Mua'wiyah keponakanmu ini memerintahkan kami untuk saling memakan harta kami dengan cara batil dan juga memerintahkan kami untuk saling membunuh diantara kami sendiri. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, 'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antaramu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." Sejenak Abdullah bin Amr bin Al Ash terdiam. Namun, beberapa saat kemudian ia berkata, "Taatlah kepadanya dalam masalah ketaatan kepada Allah dan ingkarlah kepadanya dalam kemaksiatan kepada Allah!" {Muslim 6/18}

4. Apabila Ada Dua Orang Khalifah yang Dibai'at
1205.
Dari Abu Said Al Khudri RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Apabila dilaksanakan pembai'atan dua orang khalifah, maka bunuhlah salah seorang dari keduanya!'" {Muslim 6/23}

5. Setiap Orang dari Kalian adalah Pemimpin, dan setiap Kalian akan Bertanggung Jawab atas Apa yang Dipimpinnya
عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
1206- Dari Ibnu Umar RA, dari Nabi Muhammad SAW, beliau telah bersabda, "Setiap orang dari kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungan jawab terhadap apa yang di pimpinnya. Seorang raja adalah pemimpin bagi rakyatnya dan ia akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan ia akan dimintai pertanggunganjawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin bagi rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya. Ketahuilah bahwa setiap orang dari kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya." {Muslim 6/8}

6.  Larangan Mencari dan Memburu Pangkat/Kedudukan
عن عَبْد الرَّحْمَنِ بْن سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ أُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا
1207- Dari Abdurrahman bin Samurah, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Hai Abdurrahman, janganlah kamu meminta pangkat kedudukan! Apabila kamu diberi karena kamu memintanya, maka hal itu akan menjadi suatu beban yang berat bagi dirimu. Lain halnya apabila kamu diberi tanpa adanya permintaan darimu, maka kamu akan ditolong:" {Muslim 6/6}
عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنِّي أَرَاكَ ضَعِيفًا وَإِنِّي أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِي لَا تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ وَلَا تَوَلَّيَنَّ مَالَ يَتِيمٍ
1208- Dari Abu Dzar RA, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, "Hai Abu Dzar, aku melihat bahwasanya kamu ini adalah orang yang lemah dan aku menyayangimu seperti aku menyayangi diriku. Oleh karena itu, janganlah kamu memimpin atas dua orang dan jangan pula kamu memegang amanat harta anak yatim." {Muslim 6/7}
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا
1209- Dari Abu Dzar RA, bahwasanya ia telah berkata, "Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak memberikan tugas kepada saya?' Sambil menepak pundak saya, beliau bersabda, "Hai Abu Dzar, sesungguhnya kamu ini adalah orang yang lemah, sedangkan tugas yang kamu minta itu merupakan sebuah amanat. Ketahuilah bahwasanya, pada hari kiamat kelak, amanat tersebut merupakan sesuatu yang akan mendatangkan kenistaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengembannya dengan benar serta memenuhi segala kewajiban amanat yang telah dibebankan kepadanya." {Muslim 6/6}






Share this article :

1 comments:

Kritik Saran -> Klick home untuk melihat kitab-kitab hadits

Kepada para pengunjung silahkan berkomentar yang sopan. Komentar spam akan di hapus

Download Kitab 9 Imam Gratis


Kitab 9 Imam

Download Gratis Kitab 9 Imam

Silahkan download gratis kitab 9 Imam, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Shahih Bukhari

Download Gratis Kitab Shahih Bukhari terjemah

Silahkan download gratis kitab Shahih Bukhari, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Kitab Shahih Muslim

Download Gratis Kitab Shahi Muslim

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.[...]
Kitab Bulugul Maram

Kitab Bulugul Maram

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.,[...]

Artikel ini Di Baca Ribuan Orang

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | SITUS ISLAM OMA SUPARTANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. SITUS ISLAM UNTUK PENCERAHAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template