Headlines News :
Home » » Keluarnya Dajjal

Keluarnya Dajjal

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kisah Ibnu Shayyad
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ خَرَجْنَا حُجَّاجًا أَوْ عُمَّارًا وَمَعَنَا ابْنُ صَائِدٍ قَالَ فَنَزَلْنَا مَنْزِلًا فَتَفَرَّقَ النَّاسُ وَبَقِيتُ أَنَا وَهُوَ فَاسْتَوْحَشْتُ مِنْهُ وَحْشَةً شَدِيدَةً مِمَّا يُقَالُ عَلَيْهِ قَالَ وَجَاءَ بِمَتَاعِهِ فَوَضَعَهُ مَعَ مَتَاعِي فَقُلْتُ إِنَّ الْحَرَّ شَدِيدٌ فَلَوْ وَضَعْتَهُ تَحْتَ تِلْكَ الشَّجَرَةِ قَالَ فَفَعَلَ قَالَ فَرُفِعَتْ لَنَا غَنَمٌ فَانْطَلَقَ فَجَاءَ بِعُسٍّ فَقَالَ اشْرَبْ أَبَا سَعِيدٍ فَقُلْتُ إِنَّ الْحَرَّ شَدِيدٌ وَاللَّبَنُ حَارٌّ مَا بِي إِلَّا أَنِّي أَكْرَهُ أَنْ أَشْرَبَ عَنْ يَدِهِ أَوْ قَالَ آخُذَ عَنْ يَدِهِ فَقَالَ أَبَا سَعِيدٍ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آخُذَ حَبْلًا فَأُعَلِّقَهُ بِشَجَرَةٍ ثُمَّ أَخْتَنِقَ مِمَّا يَقُولُ لِي النَّاسُ يَا أَبَا سَعِيدٍ مَنْ خَفِيَ عَلَيْهِ حَدِيثُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا خَفِيَ عَلَيْكُمْ مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَلَسْتَ مِنْ أَعْلَمِ النَّاسِ بِحَدِيثِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ كَافِرٌ وَأَنَا مُسْلِمٌ أَوَلَيْسَ قَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ عَقِيمٌ لَا يُولَدُ لَهُ وَقَدْ تَرَكْتُ وَلَدِي بِالْمَدِينَةِ أَوَلَيْسَ قَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ وَلَا مَكَّةَ وَقَدْ أَقْبَلْتُ مِنْ الْمَدِينَةِ وَأَنَا أُرِيدُ مَكَّةَ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ حَتَّى كِدْتُ أَنْ أَعْذِرَهُ ثُمَّ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُهُ وَأَعْرِفُ مَوْلِدَهُ وَأَيْنَ هُوَ الْآنَ قَالَ قُلْتُ لَهُ تَبًّا لَكَ سَائِرَ الْيَوْمِ.
2050- Dari Abu Sa'id Al Khudri RA, dia berkata, "Kami pernah pergi haji atau umrah, sementara Ibnu Shaid bersama kami. Lalu kami singgah di suatu tempat. Setelah itu orang-orang berpencar dan meninggalkan saya dan Ibnu Shaid. Sungguh, saya tidak dapat ramah kepadanya karena ia disebut-sebut sebagai Dajjal. Abu Sa'id berkata, "Ibnu Shaid membawa barang-barangnya dan saya pun berkata kepadanya, 'Hai Ibnu Shaid, cuaca pada hari ini cukup panas, oleh karena itu, maka sebaiknya letakkanlah barang-barangmu di bawah pohon sana!' Abu Sa'id berkata, "Ibnu Shaid membawa barang-barangnya dan ia pun meletakkan barang-barang saya. Setelah itu saya berkata, 'Cuaca sungguh panas. Sebaiknya kamu letakkan barang-barangmu di bawah pohon sana.' Abu Sa'id berkata, "Ternyata ia, Ibnu Shaid, menuruti ucapan saya." Abu Sa'id berkata, "Lalu saya disuguhi kambing. Kemudian Ibnu Shaid pergi dan setelah itu kembali dengan membawa segelas susu seraya berkata, 'Minumlah hai Abu Sa'id!' Saya, Abu Sa'id berkata, "Pada hari ini cuaca sungguh panas dan susu yang kamu hidangkan juga panas." Sebenarnya ucapan saya ini hanya merupakan penolakan halus, karena saya tidak ingin meminum sesuatu dari tangannya {atau saya meraih dari tangannya}. Ibnu Shaid berkata, "Hai Abu Sa'id, sebenarnya saya ingin mengambil seutas tali dan mengikatkannya pada sebuah pohon. Setelah itu, saya akan pergunakan tali tersebut untuk mencekik orang-orang yang menuduhku. Hai Abu Sa'id, apabila ada orang yang tidak mengetahui hadits Rasulullah SAW, maka hadits tersebut pasti telah diketahui oleh orang- orang Anshar. Bukankah kamu hai Abu Sa'id termasuk salah seorang yang paling tahu tentang hadits Rasulullah SAW? Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda bahwa Dajjal itu kafir sedangkan saya adalah muslim? Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda, 'Dajjal itu mandul tanpa anak, sedangkan saya mempunyai anak di Madinah.' Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Dajjal tidak dapat memasuki Madinah dan Makkah, sementara saya berangkat dari Madinah menuju Makkah." Abu Sa'id berkata, "Hampir saja saya menerima alasannya. Setelah itu ia berkata, 'Demi Allah, saya mengetahuinya, mengetahui tempat kelahirannya, dan mengetahui di mana sekarang ia berada.' Abu Sa'id berkata, "Saya berkata kepadanya, 'Celakalah kamu pada sisa hidupmu."' {Muslim 8/191}

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ ابْنَ صَيَّادٍ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ تُرْبَةِ الْجَنَّةِ فَقَالَ دَرْمَكَةٌ بَيْضَاءُ مِسْكٌ خَالِصٌ.
2051- Dari Abu Sa'id RA bahwasanya Ibnu Shayyad pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai debu surga. Lalu beliau pun menjawab, "Lembut, putih, dan berupa minyak harum murni." {Muslim 8/192}
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَحْلِفُ بِاللَّهِ أَنَّ ابْنَ صَائِدٍ الدَّجَّالُ فَقُلْتُ أَتَحْلِفُ بِاللَّهِ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ يَحْلِفُ عَلَى ذَلِكَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُنْكِرْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
2052- Dari Muhammad bin Al Munkadir, dia berkata, "Saya pernah melihat Jabir bin Abdullah bersumpah dengan nama Allah bahwasanya Ibnu Shaid itu adalah Dajjal." Lalu saya bertanya, "Maukah kamu bersumpah dengan nama Allah?" Ia menjawab, "Sesungguhnya saya pernah mendengar Umar RA bersumpah di sisi Rasulullah SAW mengenai hal itu dan beliau tidak mengingkarinya." {Muslim 8/192}
عن عَبْد اللَّهِ بْن عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ انْطَلَقَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَهْطٍ قِبَلَ ابْنِ صَيَّادٍ حَتَّى وَجَدَهُ يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ وَقَدْ قَارَبَ ابْنُ صَيَّادٍ يَوْمَئِذٍ الْحُلُمَ فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ظَهْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِابْنِ صَيَّادٍ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ الْأُمِّيِّينَ فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَرَفَضَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاذَا تَرَى قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ يَأْتِينِي صَادِقٌ وَكَاذِبٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِّطَ عَلَيْكَ الْأَمْرُ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي قَدْ خَبَأْتُ لَكَ خَبِيئًا فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ هُوَ الدُّخُّ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْسَأْ فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ ذَرْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ أَضْرِبْ عُنُقَهُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلَّطَ عَلَيْهِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلَا خَيْرَ لَكَ فِي قَتْلِهِ وَقَالَ سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ انْطَلَقَ بَعْدَ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ الْأَنْصَارِيُّ إِلَى النَّخْلِ الَّتِي فِيهَا ابْنُ صَيَّادٍ حَتَّى إِذَا دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّخْلَ طَفِقَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخْلِ وَهُوَ يَخْتِلُ أَنْ يَسْمَعَ مِنْ ابْنِ صَيَّادٍ شَيْئًا قَبْلَ أَنْ يَرَاهُ ابْنُ صَيَّادٍ فَرَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ عَلَى فِرَاشٍ فِي قَطِيفَةٍ لَهُ فِيهَا زَمْزَمَةٌ فَرَأَتْ أُمُّ ابْنِ صَيَّادٍ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخْلِ فَقَالَتْ لِابْنِ صَيَّادٍ يَا صَافِ وَهُوَ اسْمُ ابْنِ صَيَّادٍ هَذَا مُحَمَّدٌ فَثَارَ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَرَكَتْهُ بَيَّنَ قَالَ سَالِمٌ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنِّي لَأُنْذِرُكُمُوهُ مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ تَعَلَّمُوا أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَأَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيُّ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ بَعْضُ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ حَذَّرَ النَّاسَ الدَّجَّالَ إِنَّهُ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ مَنْ كَرِهَ عَمَلَهُ أَوْ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ وَقَالَ تَعَلَّمُوا أَنَّهُ لَنْ يَرَى أَحَدٌ مِنْكُمْ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى يَمُوتَ
2053- Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya Umar bin Khaththab RA pernah pergi bersama Rasululullah SAW dalam suatu rombongan menuju rumah Ibnu Shayyad. Ketika tiba di tempat tujuan, Rasulullah dan para sahabat menjumpainya sedang bermain bersama anak-anak lain di dekat benteng Bani Maghalah di mana pada saat itu Ibnu Shayyad hampir dewasa. Rupanya Ibnu Shayyad tidak menyadari kehadiran Rasulullah di tempat itu hingga Rasululah menepuk punggungnya dan berkata, "Apakah kamu bersaksi bahwasanya aku ini adalah utusan Allah?" Ibnu Shayyad memandang kepada Rasulullah SAW dan selanjutnya menjawab, "Saya bersaksi bahwasanya engkau adalah seorang utusan yang ummi {tidak bisa membaca dan menulis}." Lalu Ibnu Shayyad balik bertanya, "Apakah engkau bersaksi bahwasanya saya adalah utusan Allah?" Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah SAW menekannya, maka ibnu Shayyad berkata, "Saya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Setelah itu, Rasulullah SAW bertanya lagi kepadanya, "Apa yang kamu lihat dalam mimpimu?" Ibnu Shayyad menjawab, "Datang khabar yang benar dan kabar bohong kepadaku." Rasulullah SAW berkata kepadanya, "Kabar itu samar bagi kamu." Kemudian Rasulullah bertanya lagi kepadanya, "Sesungguhnya aku telah menyembunyikan sesuatu darimu, apakah itu?" Ibnu Shayyad menjawab, "Asap." Kemudian Rasulullah pun berseru kepadanya, "Enyalah kamu. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat menjawab" Umar bin Khaththab berkata, "Ya Rasulullah, izinkanlah saya memenggal batang lehernya!" Rasulullah SAW menjawab, "Jika benar ia adalah Dajjal, maka kamu tidak akan mampu untuk melawannya ya Umar. Tetapi sebaliknya, jika ia bukan Dajjal sang pendusta, maka percuma saja kamu membunuhnya." Salim bin Abdullah berkata, "Saya pernah mendengar Abdullah bin Umar berkata, 'Setelah itu Rasulullah SAW dan Ubay bin Ka'ab Al Anshari pergi ke kebun kurma yang mana Ibnu Shayyad sedang berada di sana. Sesampainya di kebun kurma tersebut, Rasulullah SAW segera bersembunyi di balik pohon kurma untuk mendengar sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum ia melihat kehadiran Rasulullah. Akhirnya Rasulullah SAW melihat Ibnu Shayyad sedang berbaring di atas tilam dengan memakai selimut dan membawa perbekalan minum. Rupanya ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah SAW sedang bersembunyi di balik pohon kurma. Oleh karena itu, ia segera berseru, "Hai Shafi {nama asli Ibnu Shayyad} ini Muhammad!" Mendengar seruan ibunya itu, Ibnu Shayyad langsung bangkit dan segera menyingkir dari tempat pembaringannya. Lalu Rasulullah pun bersabda, "Seandainya Ibnu Shayyad tidak diberitahu ibunya, maka akan jelas kata-katanya." Salim berkata, "Abdullah bin Umar berkata, 'Setelah itu Rasulullah SAW berdiri di hadapan kaum muslimin. Lalu beliau memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana mestinya dan setelah itu beliau mulai menerangkan tentang perihal Dajjal. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aku memperingatkanmu tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia telah memperingatkan kaumnya. Nabi Nuh alaihi salam telah memperingatkan kaumnya. Oleh karena itu, di sini, aku akan memperingatkan kepada kamu sekalian tentang bahaya Dajjal yang mana nabi lain tidak pernah menyampaikan kepada kaumnya tentang hal ini. Ketahuilah bahwasanya Dajjal itu mata kanannya buta dan sesungguhnya Allah itu Maha Suci dan Maha Tinggi dan tidak buta sebelah mata-Nya. Ibnu Syihab berkata, "Umar bin Tsabit Al Anshari pernah memberitahukan kepada saya bahwasanya ia pernah diceritakan oleh salah seorang sahabat Rasulullah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda ketika beliau memberikan peringatan tentang Dajjal kepada para sahabat, ' Sesungguhnya di antara kedua mata Dajjal tertulis kalimat "kafir" yang mana tulisan tersebut dapat dibaca oleh orang yang tidak menyukai perbuatan Dajjal {atau dapat dibaca oleh orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala}.' Selanjutnya Rasulullah bersabda, "Ketahuilah bahwasanya seseorang tidak akan dapat melihat Allah Azza wa Jalla hingga ia meninggal dunia terlebih dahulu." {Muslim 8/192-193}
عن ابْن عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ قَالَ كَانَ نَافِعٌ يَقُولُ ابْنُ صَيَّادٍ قَالَ قَالَ ابْنُ عُمَرَ لَقِيتُهُ مَرَّتَيْنِ قَالَ فَلَقِيتُهُ فَقُلْتُ لِبَعْضِهِمْ هَلْ تَحَدَّثُونَ أَنَّهُ هُوَ قَالَ لَا وَاللَّهِ قَالَ قُلْتُ كَذَبْتَنِي وَاللَّهِ لَقَدْ أَخْبَرَنِي بَعْضُكُمْ أَنَّهُ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَكُونَ أَكْثَرَكُمْ مَالًا وَوَلَدًا فَكَذَلِكَ هُوَ زَعَمُوا الْيَوْمَ قَالَ فَتَحَدَّثْنَا ثُمَّ فَارَقْتُهُ قَالَ فَلَقِيتُهُ لَقْيَةً أُخْرَى وَقَدْ نَفَرَتْ عَيْنُهُ قَالَ فَقُلْتُ مَتَى فَعَلَتْ عَيْنُكَ مَا أَرَى قَالَ لَا أَدْرِي قَالَ قُلْتُ لَا تَدْرِي وَهِيَ فِي رَأْسِكَ قَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ خَلَقَهَا فِي عَصَاكَ هَذِهِ قَالَ فَنَخَرَ كَأَشَدِّ نَخِيرِ حِمَارٍ سَمِعْتُ قَالَ فَزَعَمَ بَعْضُ أَصْحَابِي أَنِّي ضَرَبْتُهُ بِعَصًا كَانَتْ مَعِيَ حَتَّى تَكَسَّرَتْ وَأَمَّا أَنَا فَوَاللَّهِ مَا شَعَرْتُ قَالَ وَجَاءَ حَتَّى دَخَلَ عَلَى أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَحَدَّثَهَا فَقَالَتْ مَا تُرِيدُ إِلَيْهِ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّهُ قَدْ قَالَ إِنَّ أَوَّلَ مَا يَبْعَثُهُ عَلَى النَّاسِ غَضَبٌ يَغْضَبُهُ.
2054- Dari Ibnu 'Aun dari Nafi, bahwasanya ia pernah membicarakan tentang Ibnu Shayyad. Ibnu Nafi' berkata, "Umar berkata, 'Saya pernah bertemu dengan Ibnu Shayyad sebanyak dua kali.' Nafi' berkata, "Lalu saya menemui Ibnu Shayyad. Setelah itu, saya bertanya kepada seseorang, 'Apakah orang-orang mengatakan bahwa Ibnu Shayyad itu adalah Dajjal?' Orang tersebut menjawab, "Demi Allah, ia bukan Dajjal." Saya berkata kepadanya, "Demi Allah, kamu telah berdusta kepada saya. Sesungguhnya saya pernah diberitahu oleh seseorang bahwasanya Dajjal itu tidak akan mati sebelum ia menjadi orang yang paling banyak harta dan anaknya. Sekarang ini, menurut pendapat orang banyak bahwasanya Ibnu Shayyad juga seperti itu." Nafi' berkata, "Kemudian kami bercakap-cakap dan setelah itu saya berpisah dengannya." Nafi' berkata, "Tak lama kemudian saya bertemu lagi dengan Ibnu Shayyad yang pada saat itu salah satu matanya menonjol keluar. Lalu saya pun bertanya, 'Hai Ibnu Shayyad, sejak kapan matamu menjadi seperti yang saya lihat sekarang ini?' Ibnu Shayyad menjawab, "Saya tidak tahu." Nafi' berkata, "Saya bertanya lagi, 'Mengapa kamu tidak tahu, bukankankah matamu itu ada di kepalamu sendiri?' Ibnu Shayyad menjawab, "Apabila Allah menghendaki, maka Dia pun mampu untuk membuat mata pada tongkatmu itu." Nafi' berkata, "Setelah itu, Ibnu Shayyad mendengus seperti dengusan keledai yang amat keras yang pernah saya dengar selama ini." Nafi' berkata, "Sebagian teman-teman saya mengatakan bahwa saya telah memukul Ibnu Shayyad dengan tongkat yang saya bawa hingga matanya menjadi bengkak. Padahal, demi Allah, saya tidak pernah melakukan hal itu kepadanya.' Kemudian Nafi' pergi mendatangi Ummul Mukminin untuk menceritakan perihal Ibnu Shayyad. Lalu Ummul Mukminin berkata, "Mengapa kamu selalu mencari Ibnu Shayyad? Tidakkah kamu tahu bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa apa yang beliau sampaikan pertama kali kepada para sahabat mengenai Ibnu Shayyad adalah kemarahan beliau kepadanya."
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا مَعَ الدَّجَّالِ مِنْهُ مَعَهُ نَهْرَانِ يَجْرِيَانِ أَحَدُهُمَا رَأْيَ الْعَيْنِ مَاءٌ أَبْيَضُ وَالْآخَرُ رَأْيَ الْعَيْنِ نَارٌ تَأَجَّجُ فَإِمَّا أَدْرَكَنَّ أَحَدٌ فَلْيَأْتِ النَّهْرَ الَّذِي يَرَاهُ نَارًا وَلْيُغَمِّضْ ثُمَّ لْيُطَأْطِئْ رَأْسَهُ فَيَشْرَبَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مَاءٌ بَارِدٌ وَإِنَّ الدَّجَّالَ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ عَلَيْهَا ظَفَرَةٌ غَلِيظَةٌ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ.
2055- Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Sesungguhnya aku lebih tahu tentang ciri-ciri Dajjal daripada dirinya sendiri. Ia membawa dua sungai yang mengalir, yang satu tampak berair bening dan yang lain tampak berisi api yang menyala-nyala. Barang siapa menemuinya, maka hendaklah ia mendekati sungai yang tampak berisi air. Setelah itu, pejamkanlah mata dan tundukkanlah kepala serta minumlah air dari sungai tersebut. Karena pada hakikatnya sungai tersebut berisi air yang sangat sejuk dan dingin. Sesungguhnya mata Dajjal itu tertutup oleh selaput kulit keras dan di antara kedua matanya tertulis "kafir ". Tulisan tersebut — sebenarnya — dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang mengerti tulisan ataupun yang tidak mengerti tulisan."'' {Muslim 8/195}
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعَرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ.
2056- Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Mata Dajjal yang kiri buta, rambutnya lebat, dan membawa surga serta neraka. Sesungguhnya nerakanya itu adalah surga Allah dan surganya adalah neraka Allah." {Muslim 8/195}
عن النَّوَّاس بْن سَمْعَان الْكِلَابِيَّ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ جَابِرٍ الطَّائِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ مَا شَأْنُكُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ فِيهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَقَالَ غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالًا يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي الْأَرْضِ قَالَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلَاةُ يَوْمٍ قَالَ لَا اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِسْرَاعُهُ فِي الْأَرْضِ قَالَ كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالْأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَيْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلًا مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ وَيَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلَا يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلَّا مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمْ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لِأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لِأَحَدِكُمْ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى الْأَرْضِ فَلَا يَجِدُونَ فِي الْأَرْضِ مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلَّا مَلَأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ فَيُرْسِلُ اللَّهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ مَطَرًا لَا يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ فَيَغْسِلُ الْأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلْأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ فَيَوْمَئِذٍ تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنْ الرُّمَّانَةِ وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى أَنَّ اللِّقْحَةَ مِنْ الْإِبِلِ لَتَكْفِي الْفِئَامَ مِنْ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنْ الْبَقَرِ لَتَكْفِي الْقَبِيلَةَ مِنْ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنْ الْغَنَمِ لَتَكْفِي الْفَخِذَ مِنْ النَّاسِ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَكُلِّ مُسْلِمٍ وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ.
2057- Dari An-Nawwaas bin Sam'an RA, dia berkata, "Pada suatu hari Rasulullah SAW berbicara tentang Dajjal. Terkadang beliau merendahkan suaranya dan terkadang meninggikannya sehingga kami yang mendengarnya seolah-olah mendengar suara beliau di tengah pepohonan kurma. Pada suatu petang kami mendatangi Rasulullah dan sepertinya beliau telah memahami permasalahan kami. Oleh karena itu, beliau bertanya, "Ada apa dengan kalian?' Kami menjawab, "Ya Rasulullah, pagi tadi engkau menerangkan kepada kami tentang Dajjal dengan sesekali meninggikan dan merendahkan suara, seolah-olah kami mendengarnya di tengah pepohonan kurma." Rasulullah bersabda, "Sebenarnya bukan Dajjal yang paling aku khawatirkan terhadap kalian. Karena jika ia muncul dan aku masih bersama kalian, maka akulah yang akan menjadi pelindung kalian dari godaannya. Jika ia muncul ketika aku telah tiada di tengah kalian, maka setiap individu dari kaum muslimin akan menjadi pelindung bagi dirinya sendiri dan Allah-lah yang akan menggantikanku untuk melindungi setiap orang muslim. " Dajjal adalah seorang pemuda yang berambut keriting, matanya buta {yang kanan}, dan aku sendiri lebih cenderung menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan. Barang siapa di antara kalian menjumpainya, maka bacakanlah permulaan surat Al Kahfi kepadanya. Sesungguhnya Dajjal itu akan muncul di suatu tempat yang sepi antara Syam dan Irak. Setelah itu, ia akan membuat keonaran ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba-hamba Allah, teguhkanlah pendirian kalian semuanya.' Kami bertanya, "Ya Rasulullah, berapa lama Dajjal akan menetap di bumi?" Rasulullah pun menjawab, "Ia akan menetap selama empat puluh hari di bumi. Satu hari seperti satu tahun, satu hari lagi seperti sebulan, satu hari lagi seperti sepekan, sedangkan hari-hari berikutnya adalah seperti hari kalian sekarang" Kami bertanya, "Ya Rasulullah, pada saat satu hari seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami untuk melaksanakan shalat seperti shalat kami sekarang ini?" Rasulullah SAW menjawab, "Tidak. Tetapi, hitunglah seperti biasanya." Kami bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimanakah kecepatan Dajjal berjalan di muka bumi?" Rasulullah SAW menjawab, "Kecepatannya berjalan di muka bumi seperti awan yang ditiup angin. Ia akan mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka untuk beriman kepadanya hingga mereka pun beriman kepadanya dan menuruti perintahnya. Ia dapat memerintahkan langit, maka hujan pun akan turun. Ia memerintahkan kepada bumi, maka tanaman pun akan segera tumbuh dan langsung dikonsumsi oleh ternak-ternak, hingga ternak mereka pulang ke kandang pada petang hari dengan kondisi yang lebih gemuk, lebih besar, dan lebih banyak air susunya karena banyak memakan rerumputan yang tumbuh di muka bumi. Kemudian Dajjal akan mendatangi suatu kaum yang lainnya. Setelah itu, ia menyerukan kepada mereka untuk beriman kepadanya, tetapi mereka menolak ajakannya. Lalu Dajjal menyingkir dari mereka, tetapi keesokan harinya negeri tersebut berubah menjadi negeri yang tandus dan harta mereka lenyap. Setelah itu, Dajjal melewati suatu negeri yang hancur. Kemudian ia berkata, "Keluarkanlah harta simpananmu hai negeri yang porak poranda!" Kemudian simpanan negeri itu keluar sambil mengikuti Dajjal seperti ratu lebah yang diikuti oleh anak buahnya. Kemudian Dajjal memanggil seorang pemuda dan memenggalnya dengan pedang hingga tubuh pemuda itu terbelah menjadi dua dan belahan tubuhnya terlempar sejauh lemparan anak panah. Setelah itu, Dajjal memanggil tubuh pemuda tersebut, yang telah terbelah, kepadanya. Tak lama kemudian, tubuh itu hidup lagi dan langsung menghadap kepadanya dengan wajah yang berseri-berseri. Ketika Dajjal tengah melakukan kerusakan dan keonaran seperti itu, maka Allah Azza wa Jalla pun mengutus Isa Al Masih bin Maryam ke bumi. Kemudian Isa Al Masih bin Maryam turun di dekat menara putih sebelah timur Damaskus dengan mengenakan pakaian dua warna sambil meletakkan dua telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Apabila ia merundukkan kepalanya, maka butir-butir mutiara akan berjatuhan dari kepalanya. Dan apabila ada orang kafir mencium nafasnya, maka ia pun akan mati, sedangkan nafasnya itu dapat tercium sejauh mata memandang. Isa Al Masih bin Maryam terus mencari Dajjal hingga bertemu dengannya di pintu gerbang kota Ludd, dan kemudian membunuhnya. Setelah itu, Nabi Isa bin Maryam mendatangi suatu kelompok kaum yang dilindungi Allah Subhanahu wa Ta'ala dari Dajjal. Lalu Isa bin Maryam mengusap wajah mereka dan memberitahukan kepada mereka mengenai derajat mereka di surga. Ketika Isa bin Maryam berada dalam kondisi seperti itu, maka Allah pun mewahyukan kepadanya: 'Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak terkalahkan oleh siapapun. Oleh karena itu, selamatkanlah hamba-hamba-Ku yang shalih ke bukit.' Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala mengeluarkan Ya'juj dan Ma'juj {mereka turun ke segala penjuru dari tempat yang tinggi) (Qs. Al Anbiya{21}:96) Kelompok mereka yang pertama melewati telaga Thabariyah. Kemudian mereka meminum airnya hingga habis. Kelompok mereka yang terakhir lewat pula seraya berkata, "Di tempat ini dahulu ada air." Pada suatu ketika, Nabi Isa bin Maryam dan para sahabatnya terkepung, hingga pada saat itu sebuah kepala sapi lebih berharga bagi mereka daripada uang seratus dinar sekarang ini. Kemudian Nabi Isa bin Maryam dan para sahabatnya berdoa agar Allah mengancurkan Ya'juj dan Ma'juj beserta para pengikutnya. Lalu Allah menimpakan kepada mereka penyakit hidung —seperti yang melanda hewan ternak— hingga mereka semua binasa. Kemudian Nabi Isa bin Maryam bersama para sahabatnya tiba di suatu tempat di bumi. Mereka tidaklah mendapati sejengkal tanah, melainkan tanah tersebut telah penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang membusuk. Lalu Nabi Isa dan para sahabatnya berdoa dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala hingga Allah mengutus burung-burung sebesar unta yang membawa bangkai-bangkai manusia tersebut dan membuangnya ke tempat yang dikehendaki Allah Azza wa Jalla. Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan hujan yang menyiram setiap rumah di kota dan di desa hingga bumi menjadi bersih setelah tersiram hujan. Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kepada bumi, "Munculkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkahanmu!" Pada hari itu sekelompok keluarga dapat menjadi kenyang dengan memakan satu buah delima dan dapat berteduh di bawah kulit buah delima. Air susu juga penuh dengan keberkahan hingga susu seekor unta cukup untuk sekelompok orang, susu seekor sapi cukup untuk satu kabilah, dan susu seekor kambing cukup untuk beberapa orang keluarga dekat. Ketika mereka berada dalam kondisi seperti ini, maka Allah pun mengirimkan angin baik yang melewati ketiak mereka. Angin tersebut merenggut nyawa setiap mukmin dan muslim hingga tinggallah orang-orang yang jahat yang berhiruk pikuk seperti hiruk pikuknya keledai, maka terjadilah kiamat yang menimpa mereka." {Muslim 8/197-198}
عن أَبي سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلًا عَنْ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا حَدَّثَنَا قَالَ يَأْتِي وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْتَهِي إِلَى بَعْضِ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُولُ لَهُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا قَالَ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ حِينَ يُحْيِيهِ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْآنَ قَالَ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلَا يُسَلَّطُ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو إِسْحَقَ يُقَالُ إِنَّ هَذَا الرَّجُلَ هُوَ الْخَضِرُ عَلَيْهِ السَّلَام.
2058- Dari Abu Said Al Khudri RA, dia berkata, "Pada suatu hari Rasulullah SAW pernah bercerita secara panjang lebar tentang Dajjal kepada kami, antara lain beliau menyatakan, 'Sesungguhnya Dajjal pasti akan terhalang untuk masuk ke dalam Madinah. Setelah itu ia berhenti di salah satu kebun di dekat Madinah. Tak lama kemudian, seorang laki-laki yang tampan pergi mendatanginya seraya berkata, 'Saya bersaksi bahwasanya kamu pasti Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah SAW kepada kami.' Kemudian Dajjal berkata kepada para pengikutnya, "Bagaimanakah menurut pendapat kalian jika saya bunuh orang ini dan setelah itu saya hidupkan kembali, apakah kalian masih merasa ragu tentang hal itu?" Para pengikut Dajjal menjawab, "Tidak hai Dajjal. Kami tidak merasa ragu." Akhirnya Dajjal pun membunuh laki-laki tersebut dan setelah itu menghidupkannya kembali. Pada saat laki-laki itu dihidupkan kembali dari matinya, maka ia pun berkata, "Demi Allah, sekarang saya semakin yakin bahwasanya kamu ini adalah Dajjal yang terkutuk itu." Rasulullah meneruskan keterangannya, "Kemudian Dajjal ingin membunuhnya lagi, tetapi kini ia tidak dapat mengalahkannya lagi." Abu Ishaq berkata, "Sesungguhnya yang dimaksud dengan laki-laki itu adalah Nabi Khidhir Alaihis-Salam.' {Muslim 8/199}
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فَيَتَوَجَّهُ قِبَلَهُ رَجُلٌ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ فَتَلْقَاهُ الْمَسَالِحُ مَسَالِحُ الدَّجَّالِ فَيَقُولُونَ لَهُ أَيْنَ تَعْمِدُ فَيَقُولُ أَعْمِدُ إِلَى هَذَا الَّذِي خَرَجَ قَالَ فَيَقُولُونَ لَهُ أَوَ مَا تُؤْمِنُ بِرَبِّنَا فَيَقُولُ مَا بِرَبِّنَا خَفَاءٌ فَيَقُولُونَ اقْتُلُوهُ فَيَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ أَلَيْسَ قَدْ نَهَاكُمْ رَبُّكُمْ أَنْ تَقْتُلُوا أَحَدًا دُونَهُ قَالَ فَيَنْطَلِقُونَ بِهِ إِلَى الدَّجَّالِ فَإِذَا رَآهُ الْمُؤْمِنُ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَذَا الدَّجَّالُ الَّذِي ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَيَأْمُرُ الدَّجَّالُ بِهِ فَيُشَبَّحُ فَيَقُولُ خُذُوهُ وَشُجُّوهُ فَيُوسَعُ ظَهْرُهُ وَبَطْنُهُ ضَرْبًا قَالَ فَيَقُولُ أَوَ مَا تُؤْمِنُ بِي قَالَ فَيَقُولُ أَنْتَ الْمَسِيحُ الْكَذَّابُ قَالَ فَيُؤْمَرُ بِهِ فَيُؤْشَرُ بِالْمِئْشَارِ مِنْ مَفْرِقِهِ حَتَّى يُفَرَّقَ بَيْنَ رِجْلَيْهِ قَالَ ثُمَّ يَمْشِي الدَّجَّالُ بَيْنَ الْقِطْعَتَيْنِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ قُمْ فَيَسْتَوِي قَائِمًا قَالَ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ أَتُؤْمِنُ بِي فَيَقُولُ مَا ازْدَدْتُ فِيكَ إِلَّا بَصِيرَةً قَالَ ثُمَّ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لَا يَفْعَلُ بَعْدِي بِأَحَدٍ مِنْ النَّاسِ قَالَ فَيَأْخُذُهُ الدَّجَّالُ لِيَذْبَحَهُ فَيُجْعَلَ مَا بَيْنَ رَقَبَتِهِ إِلَى تَرْقُوَتِهِ نُحَاسًا فَلَا يَسْتَطِيعُ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ فَيَأْخُذُ بِيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فَيَقْذِفُ بِهِ فَيَحْسِبُ النَّاسُ أَنَّمَا قَذَفَهُ إِلَى النَّارِ وَإِنَّمَا أُلْقِيَ فِي الْجَنَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا أَعْظَمُ النَّاسِ شَهَادَةً عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
2059- Dari Abu Said Al Khudri RA, dia berkata Rasulullah SAW telah bersabda, "Suatu saat kelak Dajjal akan muncul, lalu ada seorang laki-laki mukmin yang ingin mendatanginya, tetapi laki-laki mukmin tersebut dihadang oleh pasukan pengawal Dajjal. Kemudian pasukan pengawal Dajjal itu bertanya kepada laki-laki mukmin tersebut, "Mau kemana kamu hai laki-laki mukmin? " Maka laki-laki mukmin itu menjawab, "Saya ingin bertemu dengan Dajjal yang telah muncul ke dunia ini. " Lalu mereka bertanya lagi, "Apakah kamu tidak mempercayai Tuhan kami? " Laki-laki mukmin itu menjawab, "Sesungguhnya saya tidak pernah merasa ragu kepada Tuhan saya, yaitu Allah. " Mereka berkata, "Bunuhlah laki-laki ini!" Tetapi sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain, "Bukankah Tuhan kalian {Dajjal} telah melarang kalian untuk membunuh seseorang tanpa kehadiran dia di sini?" Akhirnya mereka, pasukan pengawal Dajjal, membawa laki-laki itu kepada Dajjal. Ketika laki-laki mukmin itu melihat Dajjal, maka ia pun berkata, "Hai sekalian manusia, sesungguhnya ini adalah Dajjal yang pernah diceritakan Rasulullah kepada kalian." Lalu Dajjal memerintahkan para anak buahnya untuk membelenggu laki-laki itu. Setelah dibelenggu, Dajjal pun mulai memberikan perintah, "Hai anak buahku, siksalah laki-laki itu dan belahlah tubuhnya!" Kemudian punggung laki-laki itu pun dipisahkan dari perutnya. Setelah itu, Dajjal bertanya kepada laki-laki mukmin yang disiksa itu, "Apakah kamu masih tidak mempercayaiku? " Laki-laki itu menjawab, "Saya semakin yakin bahwasanya kamu adalah Dajjal si pembohong besar." Lalu Dajjal memerintahkan para anak buahnya untuk menggergaji laki-laki itu. Akhirnya laki-laki itu digergaji di antara kedua pangkal pahanya hingga tubuhnya terbelah dua. Setelah itu, Dajjal berjalan di antara dua belahan tubuh tersebut seraya berkata, "Bangkitlah!" Maka tubuh itupun bangkit. Seperti sebelumnya, Dajjal pun bertanya, "Apakah kamu akan mempercayaiku sebagai Tuhan? " Laki-laki itu menjawab, "Saya semakin yakin bahwasanya kamu ini adalah Dajjal sang pendusta." Sabda Rasulullah SAW selanjutnya, "Kemudian laki-laki mukmin itu berkata, 'Wahai sekalian manusia ketahuilah bahwasanya Dajjal tidak akan menyiksa seseorang lagi setelah menyiksaku ini.' Lalu Dajjal memegang laki-laki itu dan setelah itu langsung menyembelihnya. Namun, tanpa diduga sebelumnya, tiba-tiba seluruh leher laki-laki itu tertutup oleh tembaga hingga Dajjal tidak dapat menyembelihnya. Akhirnya Dajjal pun memegang kedua tangan dan kaki laki-laki itu dan setelah itu melemparkannya. Orang-orang menduga bahwasanya laki-laki itu dilemparkan ke neraka, tetapi pada hakikatnya ia dilemparkan ke surga Allah." Rasulullah SAW bersabda, "Itulah orang yang paling agung kesaksiannya di sisi Allah, Tuhan semesta alam." {Muslim 8/199-200}
عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ مَا سَأَلَ أَحَدٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدَّجَّالِ أَكْثَرَ مِمَّا سَأَلْتُ قَالَ وَمَا يُنْصِبُكَ مِنْهُ إِنَّهُ لَا يَضُرُّكَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّ مَعَهُ الطَّعَامَ وَالْأَنْهَارَ قَالَ هُوَ أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ ذَلِكَ.
2060- Dari Al Mughirah bin Syu'bah RA, dia berkata, "Tidak ada orang yang lebih banyak bertanya tentang Dajjal kepada Rasulullah SAW selain saya." Rasulullah SAW bertanya, "Apa gunanya kamu bertanya tentang Dajjal? Sesungguhnya Dajjal itu tidak membahayakanmu." Al Mughirah berkata, "Saya bertanya, 'Ya Rasulullah, orang-orang mengatakan bahwa Dajjal membawa makanan dan beberapa sungai, benarkah hal itu?" Rasulullah menjawab, "Lebih hebat daripada apa yang diciptakan Dajjal, itu masih sangat mudah bagi Allah." {Muslim 8/200}
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ قَالَ سَمِعْتُ يَعْقُوبَ بْنَ عَاصِمِ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو وَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ مَا هَذَا الْحَدِيثُ الَّذِي تُحَدِّثُ بِهِ تَقُولُ إِنَّ السَّاعَةَ تَقُومُ إِلَى كَذَا وَكَذَا فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ أَوْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهُمَا لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ لَا أُحَدِّثَ أَحَدًا شَيْئًا أَبَدًا إِنَّمَا قُلْتُ إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدَ قَلِيلٍ أَمْرًا عَظِيمًا يُحَرَّقُ الْبَيْتُ وَيَكُونُ وَيَكُونُ ثُمَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ لَا أَدْرِي أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ شَهْرًا أَوْ أَرْبَعِينَ عَامًا فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلَا يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ حَتَّى لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ دَخَلَ فِي كَبِدِ جَبَلٍ لَدَخَلَتْهُ عَلَيْهِ حَتَّى تَقْبِضَهُ قَالَ سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ السِّبَاعِ لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا فَيَتَمَثَّلُ لَهُمْ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ أَلَا تَسْتَجِيبُونَ فَيَقُولُونَ فَمَا تَأْمُرُنَا فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ وَهُمْ فِي ذَلِكَ دَارٌّ رِزْقُهُمْ حَسَنٌ عَيْشُهُمْ ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَلَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ إِلَّا أَصْغَى لِيتًا وَرَفَعَ لِيتًا قَالَ وَأَوَّلُ مَنْ يَسْمَعُهُ رَجُلٌ يَلُوطُ حَوْضَ إِبِلِهِ قَالَ فَيَصْعَقُ وَيَصْعَقُ النَّاسُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ أَوْ قَالَ يُنْزِلُ اللَّهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوْ الظِّلُّ نُعْمَانُ الشَّاكُّ فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ قَالَ ثُمَّ يُقَالُ أَخْرِجُوا بَعْثَ النَّارِ فَيُقَالُ مِنْ كَمْ فَيُقَالُ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ قَالَ فَذَاكَ يَوْمَ يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا وَذَلِكَ يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ.
2061- Dari An-Nu'man bin Salim, dia berkata, "Saya pernah mendengar Ya'kub bin Ashim bin Urwah bin Mas'ud Ats-Tsaqafi berkata, 'Saya pernah mendengar Abdullah bin Amr yang pada saat itu didatangi seseorang yang bertanya kepadanya, 'Apakah yang sedang kamu bicarakan hai Abdullah? Apakah kamu mengatakan bahwa kiamat itu akan terjadi setelah ada ini dan itu?' Abdullah bin Amr menjawab, "Subhaanallaah {atau Laa ilaaha illallaah atau ia mengucapkan kalimat lain untuk mengungkapkan perasaan terkejut}, saya tidak ingin memberitahukan sesuatu kepada siapapun untuk selama-lamanya. Saya hanya menyatakan bahwa tidak lama lagi kalian akan mengalami peristiwa besar, yaitu bahwasanya Baitullah akan terbakar. Setelah itu, akan ada peristiwa ini dan peristiwa itu." Kemudian Abdullah bin Amr berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, "Suatu saat kelak Dajjal pasti akan keluar di tengah-tengah umatku. Setelah itu, ia akan menetap selama empat puluh {saya tidak tahu apakah menetap selama empat puluh hari, empat puluh bulan, ataupun empat puluh tahun}. Tak lama kemudian, Allah pun akan mengutus Isa bin Maryam yang tampangnya mirip dengan Urwah bin Mas'ud. Kemudian ia pergi mencari Dajjal untuk dihancurkannya. Setelah itu, selama tujuh tahun, manusia akan hidup aman dan tentram tanpa adanya permusuhan di antara mereka. Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengutus angin dingin dari arah Syam yang merenggut nyawa setiap orang yang di dalam hatinya terdapat kebaikan atau iman seberat biji sawi sekalipun, hingga seandainya ada seorang mukmin masuk ke dalam perut gunung, niscaya ia akan dikejar oleh angin tersebut dan terenggutlah nyawanya.' Abdullah bin Amr berkata, "Saya pernah mendengar sabda Rasulullah SAW selanjutnya, 'Maka tinggallah orang-orang jahat yang bertingkah laku seperti binatang dan hewan buas yang tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Setelah itu, syetan yang menjelma sebagai manusia akan mendatangi mereka. Syetan tersebut berkata, 'Apakah kalian tidak menjawab seruan?' Mereka menjawab, 'Apakah yang akan kamu perintahkan kepada kami?" Akhirnya syetan yang menjelma menjadi manusia itu mengajak mereka untuk menyembah berhala hingga rezeki mereka melimpah ruah dan kehidupan mereka penuh dengan kenikmatan duniawi. Setelah itu, ditiuplah sangkakala yang mengejutkan setiap orang yang mendengarnya. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang pertama kali mendengarnya adalah seorang laki-laki yang berada di dekat tempat minum unta. Akhirnya orang laki-laki tersebut pingsan. Setelah itu, ia meninggal dunia. Kemudian semua manusia akan menyusulnya. Setelah itu, Allah akan menurunkan hujan seperti gerimis {atau hujan terus menerus} hingga semua jasad manusia akan bermunculan. Lalu sangkakala ditiup lagi, tiba-tiba mereka bangkit dan hidup kembali." Tiba-tiba ada seseorang yang berseru, "Hai umat manusia, datanglah kemari untuk menghadap ke hadirat Tuhan kalian!" Kemudian Allah berfirman kepada para malaikat, "Hentikan mereka di tempat pemberhentian karena mereka akan ditanya." (Qs. Ash-Shaffaat{37}:24) Allah berfirman kepada para malaikat, "Siapkanlah calon-calon penghuni neraka!" Seorang malaikat bertanya kepada Allah, "berapa?" Allah menjawab, "Siapkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang dari tiap seribu orang." Rasulullah SAW bersabda, "Itulah hari yang dapat membuat anak-anak beruban dan betispun disingkapkan." {Muslim 8/201-202}
Share this article :

0 comments:

Kritik Saran -> Klick home untuk melihat kitab-kitab hadits

Kepada para pengunjung silahkan berkomentar yang sopan. Komentar spam akan di hapus

Download Kitab 9 Imam Gratis


Kitab 9 Imam

Download Gratis Kitab 9 Imam

Silahkan download gratis kitab 9 Imam, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Shahih Bukhari

Download Gratis Kitab Shahih Bukhari terjemah

Silahkan download gratis kitab Shahih Bukhari, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Kitab Shahih Muslim

Download Gratis Kitab Shahi Muslim

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.[...]
Kitab Bulugul Maram

Kitab Bulugul Maram

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.,[...]

Artikel ini Di Baca Ribuan Orang

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | SITUS ISLAM OMA SUPARTANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. SITUS ISLAM UNTUK PENCERAHAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template