Headlines News :
Home » » Kisah Penaklukkan Kota Makkah

Kisah Penaklukkan Kota Makkah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ وَفَدَتْ وُفُودٌ إِلَى مُعَاوِيَةَ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ فَكَانَ يَصْنَعُ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ الطَّعَامَ فَكَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ مِمَّا يُكْثِرُ أَنْ يَدْعُوَنَا إِلَى رَحْلِهِ فَقُلْتُ أَلَا أَصْنَعُ طَعَامًا فَأَدْعُوَهُمْ إِلَى رَحْلِي فَأَمَرْتُ بِطَعَامٍ يُصْنَعُ ثُمَّ لَقِيتُ أَبَا هُرَيْرَةَ مِنْ الْعَشِيِّ فَقُلْتُ الدَّعْوَةُ عِنْدِي اللَّيْلَةَ فَقَالَ سَبَقْتَنِي قُلْتُ نَعَمْ فَدَعَوْتُهُمْ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَلَا أُعْلِمُكُمْ بِحَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِكُمْ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ ثُمَّ ذَكَرَ فَتْحَ مَكَّةَ فَقَالَ أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى قَدِمَ مَكَّةَ فَبَعَثَ الزُّبَيْرَ عَلَى إِحْدَى الْمُجَنِّبَتَيْنِ وَبَعَثَ خَالِدًا عَلَى الْمُجَنِّبَةِ الْأُخْرَى وَبَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ عَلَى الْحُسَّرِ فَأَخَذُوا بَطْنَ الْوَادِي وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كَتِيبَةٍ قَالَ فَنَظَرَ فَرَآنِي فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ قُلْتُ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ لَا يَأْتِينِي إِلَّا أَنْصَارِيٌّ زَادَ غَيْرُ شَيْبَانَ فَقَالَ اهْتِفْ لِي بِالْأَنْصَارِ قَالَ فَأَطَافُوا بِهِ وَوَبَّشَتْ قُرَيْشٌ أَوْبَاشًا لَهَا وَأَتْبَاعًا فَقَالُوا نُقَدِّمُ هَؤُلَاءِ فَإِنْ كَانَ لَهُمْ شَيْءٌ كُنَّا مَعَهُمْ وَإِنْ أُصِيبُوا أَعْطَيْنَا الَّذِي سُئِلْنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَوْنَ إِلَى أَوْبَاشِ قُرَيْشٍ وَأَتْبَاعِهِمْ ثُمَّ قَالَ بِيَدَيْهِ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى ثُمَّ قَالَ حَتَّى تُوَافُونِي بِالصَّفَا قَالَ فَانْطَلَقْنَا فَمَا شَاءَ أَحَدٌ مِنَّا أَنْ يَقْتُلَ أَحَدًا إِلَّا قَتَلَهُ وَمَا أَحَدٌ مِنْهُمْ يُوَجِّهُ إِلَيْنَا شَيْئًا قَالَ فَجَاءَ أَبُو سُفْيَانَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أُبِيحَتْ خَضْرَاءُ قُرَيْشٍ لَا قُرَيْشَ بَعْدَ الْيَوْمِ ثُمَّ قَالَ مَنْ دَخَلَ دَارَ أَبِي سُفْيَانَ فَهُوَ آمِنٌ فَقَالَتْ الْأَنْصَارُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ أَمَّا الرَّجُلُ فَأَدْرَكَتْهُ رَغْبَةٌ فِي قَرْيَتِهِ وَرَأْفَةٌ بِعَشِيرَتِهِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَجَاءَ الْوَحْيُ وَكَانَ إِذَا جَاءَ الْوَحْيُ لَا يَخْفَى عَلَيْنَا فَإِذَا جَاءَ فَلَيْسَ أَحَدٌ يَرْفَعُ طَرْفَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى يَنْقَضِيَ الْوَحْيُ فَلَمَّا انْقَضَى الْوَحْيُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ قَالُوا لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُلْتُمْ أَمَّا الرَّجُلُ فَأَدْرَكَتْهُ رَغْبَةٌ فِي قَرْيَتِهِ قَالُوا قَدْ كَانَ ذَاكَ قَالَ كَلَّا إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ هَاجَرْتُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَيْكُمْ وَالْمَحْيَا مَحْيَاكُمْ وَالْمَمَاتُ مَمَاتُكُمْ فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَبْكُونَ وَيَقُولُونَ وَاللَّهِ مَا قُلْنَا الَّذِي قُلْنَا إِلَّا الضِّنَّ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُصَدِّقَانِكُمْ وَيَعْذِرَانِكُمْ قَالَ فَأَقْبَلَ النَّاسُ إِلَى دَارِ أَبِي سُفْيَانَ وَأَغْلَقَ النَّاسُ أَبْوَابَهُمْ قَالَ وَأَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَقْبَلَ إِلَى الْحَجَرِ فَاسْتَلَمَهُ ثُمَّ طَافَ بِالْبَيْتِ قَالَ فَأَتَى عَلَى صَنَمٍ إِلَى جَنْبِ الْبَيْتِ كَانُوا يَعْبُدُونَهُ قَالَ وَفِي يَدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْسٌ وَهُوَ آخِذٌ بِسِيَةِ الْقَوْسِ فَلَمَّا أَتَى عَلَى الصَّنَمِ جَعَلَ يَطْعُنُهُ فِي عَيْنِهِ وَيَقُولُ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ طَوَافِهِ أَتَى الصَّفَا فَعَلَا عَلَيْهِ حَتَّى نَظَرَ إِلَى الْبَيْتِ وَرَفَعَ يَدَيْهِ فَجَعَلَ يَحْمَدُ اللَّهَ وَيَدْعُو بِمَا شَاءَ أَنْ يَدْعُوَ و حَدَّثَنِيهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هَاشِمٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادَ فِي الْحَدِيثِ ثُمَّ قَالَ بِيَدَيْهِ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى احْصُدُوهُمْ حَصْدًا وَقَالَ فِي الْحَدِيثِ قَالُوا قُلْنَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَمَا اسْمِي إِذًا كَلَّا إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
1186- Dari Abdullah bin Rabah, dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Pada suatu hari di bulan Ramadhan ada rombongan delegasi datang menemui Muawiyah. Untuk menjamu mereka, kami pun saling bergantian membuat makanan. Dalam hal ini Abu Hurairah lah orang yang paling sering mengundang rombongan delegasi tersebut ke rumahnya. Kemudian saya berkata kepada istri saya, 'Saya hendak mengundang rombongan delegasi itu ke rumah kita. Oleh karena itu, sebaiknya kita buatkan makanan untuk mereka.' Sore harinya saya bertemu dengan Abu Hurairah, dan saya katakan kepadanya, 'Nanti malam giliran saya yang mengundang mereka."' Abu Hurairah berkata, 'Kalau begitu kamu mendahuluiku.' Saya menjawab, 'Ya. Memang saya sudah lama berniat mengundang mereka.' Kemudian Abu Hurairah berkata, 'Maukah kalian saya ceritakan tentang suatu peristiwa yang menyangkut diri kalian, wahai orang-orang Anshar?' Tanpa menunggu jawaban mereka, ia mulai bercerita tentang penaklukan kota Makkah. "Pada suatu ketika Rasulullah dan kaum muslimin berangkat ke kota Makkah. Setibanya di sana, beliau memerintahkan Zubair untuk memimpin salah satu pasukan. Setelah itu beliau memerintahkan Khalid untuk memimpin pasukan yang lain dan, beliau juga memerintahkan Abu Ubadah untuk memimpin pasukan yang tidak berbaju besi. Semua pasukan tersebut melewati jalan yang membelah gunung, sementara Rasulullah sendiri memimpin pasukan dalam jumlah yang cukup besar. Tiba-tiba Rasulullah SAW melihat saya seraya berkata, 'Hai Abu Hurairah, kemarilah.' Saya pun menjawab, 'Baik Rasulullah.' Beliau berkata, 'Tidak ada yang datang kepadaku kecuali para sahabat Anshar. Oleh karena itu, panggillah para sahabat Anshar untuk menemuiku' Mereka lalu berdatangan dan membuat lingkaran tersendiri. Melihat itu kaum Quraisy juga mengumpulkan berbagai suku dan para pengikutnya untuk berkumpul. Mereka berkata, 'Kami harus mendahului orang-orang Anshar itu. Jika mereka memperoleh sesuatu, maka kami harus bersama-sama mereka. Jika mereka tertimpa musibah atau menghadapi suatu masalah, maka kami siap memberikan bantuan yang diperlukan.' Rasulullah SAW berkata, 'Kalian lihat sendiri rombongan orang-orang Quraisy dan para pengikutnya.' Sambil menunjuk ke arah rombongan tersebut, Rasulullah SAW bersabda, 'Sampai nanti kalian akan bertemu dengan ku di bukit Shafa' Kami berangkat bersama-sama. Kami bebas membunuh orang-orang kafir jika kami menghendaki, akan tetapi tidak ada seorang kafir pun yang berani menatap wajah kami. Kemudian datanglah Abu Sufyan dan berkata kepada Nabi Muhammad, 'Ya Rasulullah, semua pasukan kaum Quraisy boleh dibantai. Setelah ini, tidak ada lagi orang Quraisy.' Kemudian Rasulullah bersabda, 'Barang siapa masuk ke rumah Abu Sufyan, maka ia aman.' Mendengar ucapan Abu Sufyan itu, orang-orang Anshar saling berbisik satu dengan yang lainnya, 'Rupanya lelaki itu masih mencintai daerahnya dan masih menyayangi keluarganya.' Tak lama kemudian turunlah wahyu kepada Nabi Muhammad SAW dan kami dapat melihat tanda-tandanya dengan jelas. Pada saat seperti itu, tidak ada seorang pun yang berani memandang ke arah Rasulullah hingga wahyu tersebut benar-benar telah sempurna turun kepadanya. Setelah itu Rasulullah berkata, 'Hai orang-orang Anshar!' Mereka menjawab, 'Ya Rasulullah!' Kemudian beliau bersabda, 'Tadi kalian mengatakan, "Ada seseorang yang masih mencintai daerahnya"'.' Mereka menjawab, 'Ya. Memang seperti itulah ucapannya ya Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Janganlah kalian berkata seperti itu! Sesungguhnya aku adalah hamba Allah sekaligus utusan-Nya. Aku telah berhijrah kepada Allah dan juga kepada kalian. Tempat hidup kalian adalah tempat hidupku, dan tempat mati kalian juga tempat matiku.' Mendengar penjelasan itu semua sahabat Anshar menghadap beliau sambil menangis dan berkata, 'Demi Allah, apa yang telah kami katakan tadi karena kami takut kehilangan Allah dan utusan-Nya dari kami ya Rasulullah.' Kemudian Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya dapat membenarkan alasan kalian' Lalu orang-orang Quraisy berbondong-bondong masuk ke rumah Abu Sufyan dan mengunci pintunya. Setelah itu Rasulullah berjalan menuju sebuah batu (Hajar Aswad). Setelah menyentuh dan menciumnya, beliau melakukan thawaf di Ka'bah. Lalu beliau mendekati sebuah berhala yang terletak di sudut Ka'bah dan masih sering disembah orang-orang musyrikin. Ketika itu beliau membawa sebatang tongkat, dan ditudingkannya tongkat tersebut ke arah mata berhala itu seraya berkata, 'Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan.' Setelah melakukan thawaf, Rasulullah SAW mendatangi bukit Shafa sambil terus memandangi Ka'bah dan mengangkat kedua tangannya serta memuji segala kebesaran Allah dan berdoa dengan doa yang dikehendaki". {Muslim 5/170-172}
Share this article :

0 comments:

Kritik Saran -> Klick home untuk melihat kitab-kitab hadits

Kepada para pengunjung silahkan berkomentar yang sopan. Komentar spam akan di hapus

Download Kitab 9 Imam Gratis


Kitab 9 Imam

Download Gratis Kitab 9 Imam

Silahkan download gratis kitab 9 Imam, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Shahih Bukhari

Download Gratis Kitab Shahih Bukhari terjemah

Silahkan download gratis kitab Shahih Bukhari, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Kitab Shahih Muslim

Download Gratis Kitab Shahi Muslim

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.[...]
Kitab Bulugul Maram

Kitab Bulugul Maram

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.,[...]

Artikel ini Di Baca Ribuan Orang

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | SITUS ISLAM OMA SUPARTANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. SITUS ISLAM UNTUK PENCERAHAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template