Headlines News :
Home » » rintah Untuk Memenuhi Pembaiatan Khalifah yang Pertama dibaiat dan Khalifah yang Selanjutnya

rintah Untuk Memenuhi Pembaiatan Khalifah yang Pertama dibaiat dan Khalifah yang Selanjutnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


عَنْ أَبِي حَازِمٍ قَالَ قَاعَدْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ خَمْسَ سِنِينَ فَسَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ تَكْثُرُ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ
1203- Dari Abu Hazim, dia berkata, "Selama lima tahun saya telah berteman dan bergaul dengan Abu Hurairah RA. Hingga pada suatu ketika saya pernah mendengarnya bercerita kepada saya tentang suatu hadits dari Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, 'Orang-orang Bani Israil itu selalu diatur oleh para nabi Allah. Setiap kali seorang nabi meninggal dunia, maka ia akan digantikan oleh nabi yang lain. Tetapi, ketahuilah, bahwasanya tiada seorang nabi pun setelahku nanti. Namun, setelah itu akan hadir beberapa khalifah.'' Para sahabat bertanya, 'Lantas, apa yang akan engkau perintahkan kepada kami ya Rasulullah?' Rasulullah SAW menjawab, "Penuhilah pembai'atan khalifah yang pertama dan khalifah yang selanjutnya. Penuhilah hak-hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungan jawab terhadap kepemimpinan mereka." {Muslim 6/17}
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ رَبِّ الْكَعْبَةِ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ جَالِسٌ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ وَالنَّاسُ مُجْتَمِعُونَ عَلَيْهِ فَأَتَيْتُهُمْ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَنَزَلْنَا مَنْزِلًا فَمِنَّا مَنْ يُصْلِحُ خِبَاءَهُ وَمِنَّا مَنْ يَنْتَضِلُ وَمِنَّا مَنْ هُوَ فِي جَشَرِهِ إِذْ نَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ جَامِعَةً فَاجْتَمَعْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلَاءٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَقُلْتُ لَهُ أَنْشُدُكَ اللَّهَ آنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَهْوَى إِلَى أُذُنَيْهِ وَقَلْبِهِ بِيَدَيْهِ وَقَالَ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي فَقُلْتُ لَهُ هَذَا ابْنُ عَمِّكَ مُعَاوِيَةُ يَأْمُرُنَا أَنْ نَأْكُلَ أَمْوَالَنَا بَيْنَنَا بِالْبَاطِلِ وَنَقْتُلَ أَنْفُسَنَا وَاللَّهُ يَقُولُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا قَالَ فَسَكَتَ سَاعَةً ثُمَّ قَالَ أَطِعْهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَاعْصِهِ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ.
1204- Dari Abdurahman bin Abdu Rabbil Ka'bah, dia berkata, "Pada suatu hari saya memasuki masjid (Masjidil Haram) dan di sana saya melihat Abdullah bin Amr bin Al Ash sedang duduk di bawah naungan Ka'bah yang dikelilingi beberapa orang. Setelah itu, saya juga ikut bergabung dengan mereka. Saya duduk di sebelah Abdullah bin Amr bin Al Ash yang kemudian mulai membuka pembicaraan, 'Suatu ketika, kami sedang berada dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah SAW. Lalu kami sempat beristirahat di suatu tempat, maka di antara kami ada yang masih tetap tinggal di dalam tenda dan ada pula yang sedang latihan memanah, serta ada yang tengah menggiring hewan ternaknya ke tanah lapang. Tiba-tiba, datang seorang muadzin Rasulullah SAW yang memberitahukan bahwasanya waktu shalat telah tiba. Lalu kami pun bergabung bersama Rasulullah SAW. Setelah itu beliau bersabda, "Sesungguhnya, tidak ada seorang nabi sebelumku kecuali ia merasa berkewajiban untuk menunjukkan umatnya kepada kebajikan dan memperingatkan mereka dari keburukan yang diberitahukannya kepada mereka. Sesungguhnya umatmu sekarang ini adalah umat yang sempurna (baik) pada permulaannya, tetapi penuh bencana dan hal-hal yang kamu ingkari pada akhirnya. Akan datang suatu fitnah yang membuat sebagian umat ini memperbudak sebagian yang lain. Dan akan datang pula suatu fitnah yang sempat membuat cemas seorang mukmin hingga ia akan mengatakan, 'Inilah masa kehancuranku', kemudian fitnah itu berlalu, lalu fitnah itu datang kembali, maka orang mukmin itu pun berkata, 'Begini dan begitu.' Oleh karena itu, barang siapa di antara kalian yang ingin terhindar dari api neraka dan ingin dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah ia tetap beriman kepada Allah dan hari kiamat serta bergabung bersama orang-orang yang beriman. Barang siapa yang membai'at seorang imam atau pemimpin, sedangkan ia telah menyetujuinya dengan sepenuh hati, maka hendaklah ia mentaatinya sekuat tenaga. Apabila datang seorang pemimpin lain yang hendak menyingkirkannya, maka pukullah tengkuk (bunuhlah) pemimpin tersebut." Kemudian saya dekati Abdullah bin Amr bin Al Ash seraya bertanya kepadanya, "Hai Abdullah, apakah kamu langsung mendengar sendiri hadits ini dari Rasulullah?" Dengan penuh antusias dan semangat ia menjawab, "Ya. Saya telah mendengarnya sendiri langsung dari Rasulullah dengan sepenuh hati." Saya bertanya lagi kepadanya, "Tetapi, Mua'wiyah keponakanmu ini memerintahkan kami untuk saling memakan harta kami dengan cara batil dan juga memerintahkan kami untuk saling membunuh diantara kami sendiri. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, 'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antaramu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." Sejenak Abdullah bin Amr bin Al Ash terdiam. Namun, beberapa saat kemudian ia berkata, "Taatlah kepadanya dalam masalah ketaatan kepada Allah dan ingkarlah kepadanya dalam kemaksiatan kepada Allah!" {Muslim 6/18}
Share this article :

0 comments:

Kritik Saran -> Klick home untuk melihat kitab-kitab hadits

Kepada para pengunjung silahkan berkomentar yang sopan. Komentar spam akan di hapus

Download Kitab 9 Imam Gratis


Kitab 9 Imam

Download Gratis Kitab 9 Imam

Silahkan download gratis kitab 9 Imam, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Shahih Bukhari

Download Gratis Kitab Shahih Bukhari terjemah

Silahkan download gratis kitab Shahih Bukhari, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Kitab Shahih Muslim

Download Gratis Kitab Shahi Muslim

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.[...]
Kitab Bulugul Maram

Kitab Bulugul Maram

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.,[...]

Artikel ini Di Baca Ribuan Orang

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | SITUS ISLAM OMA SUPARTANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. SITUS ISLAM UNTUK PENCERAHAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template