Headlines News :
Home » » Tentang Perang Badar

Tentang Perang Badar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاوَرَ حِينَ بَلَغَهُ إِقْبَالُ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ فَتَكَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ تَكَلَّمَ عُمَرُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَقَامَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ فَقَالَ إِيَّانَا تُرِيدُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَمَرْتَنَا أَنْ نُخِيضَهَا الْبَحْرَ لَأَخَضْنَاهَا وَلَوْ أَمَرْتَنَا أَنْ نَضْرِبَ أَكْبَادَهَا إِلَى بَرْكِ الْغِمَادِ لَفَعَلْنَا قَالَ فَنَدَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ فَانْطَلَقُوا حَتَّى نَزَلُوا بَدْرًا وَوَرَدَتْ عَلَيْهِمْ رَوَايَا قُرَيْشٍ وَفِيهِمْ غُلَامٌ أَسْوَدُ لِبَنِي الْحَجَّاجِ فَأَخَذُوهُ فَكَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَهُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ وَأَصْحَابِهِ فَيَقُولُ مَا لِي عِلْمٌ بِأَبِي سُفْيَانَ وَلَكِنْ هَذَا أَبُو جَهْلٍ وَعُتْبَةُ وَشَيْبَةُ وَأُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ ضَرَبُوهُ فَقَالَ نَعَمْ أَنَا أُخْبِرُكُمْ هَذَا أَبُو سُفْيَانَ فَإِذَا تَرَكُوهُ فَسَأَلُوهُ فَقَالَ مَا لِي بِأَبِي سُفْيَانَ عِلْمٌ وَلَكِنْ هَذَا أَبُو جَهْلٍ وَعُتْبَةُ وَشَيْبَةُ وَأُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ فِي النَّاسِ فَإِذَا قَالَ هَذَا أَيْضًا ضَرَبُوهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يُصَلِّي فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ انْصَرَفَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَضْرِبُوهُ إِذَا صَدَقَكُمْ وَتَتْرُكُوهُ إِذَا كَذَبَكُمْ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا مَصْرَعُ فُلَانٍ قَالَ وَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى الْأَرْضِ هَاهُنَا هَاهُنَا قَالَ فَمَا مَاطَ أَحَدُهُمْ عَنْ مَوْضِعِ يَدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
1161- Dari Anas RA, bahwa Rasulullah SAW pernah meminta pertimbangan dan pendapat para sahabat ketika beliau menerima berita tentang tibanya rombongan kafilah Abu Sufyan bin Harb. Pada awalnya Abu Bakar mengajukan sebuah usulan kepada Rasulullah, Namun Rasulullah SAW tidak menerima usulannya. Setelah itu Umar bin Khaththab menyusulnya dengan mengajukan sebuah usulan. Namun sayang, ternyata Rasulullah menolak usulannya tersebut. Tak lama kemudian Sa'ad bin Ubadah berdiri seraya berkata, "Apakah engkau menginginkan saya Rasulullah? Demi dzat yang jiwa saya berada di tangan-Nya, seandainya engkau memerintahkan kami untuk mengarungi lautan dengan kuda, niscaya kami akan lakukan hal itu. Seandainya engkau memerintahkan kami untuk menyelami dalamnya lautan hingga ke pantai Barki Al Ghimad, niscaya kami pun akan melakukannya." Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat agar bersiap-siap untuk bergerak ke medan perang. Lalu mereka berangkat bersama-sama, hingga akhirnya berhenti di Badar dan beristirahat di sana. Setelah itu muncullah beberapa orang penimba air dari kaum Quraisy. Di antara mereka ada budak Bani Al Hajjaj yang berkulit hitam. Para sahabat lalu menangkapnya seraya bertanya kepadanya perihal Abu Sufyan dan teman-temannya. Lelaki hitam itu berkata, "Saya tidak tahu menahu perihal Abu Sufyan," Saya hanya mengetahui perihal Abu Jahal, Utbah, Syaibah, dan Umayyah bin Khalaf." Ketika lelaki hitam tersebut menjawab dengan jawaban seperti itu, para sahabat merasa kesal dan jengkel dibuatnya. Tanpa diberi komando lagi, mereka bersama-sama memukulinya hingga ia jera dan berkata, "Baiklah. Saya akan memberitahu kalian perihal Abu Sufyan." Lalu mereka membiarkannya dan setelah itu menanyakannya kembali. Lelaki hitam itu berkata, "Sungguh saya tidak tahu perihal Abu Sufyan. Akan tetapi, mengenai berita Abu Jahal, Utbah, Syaibah, dan Umayyah bin Khalaf, mereka sekarang berada bersama kaum Quraisy lainnya." Karena menjawab dengan jawaban seperti itu, para sahabat merasa kesal dan langsung memukulinya lagi. Kebetulan pada saat itu Rasulullah SAW sedang melaksanakan shalat. Ketika mengetahui hal itu, beliau berpaling kepada mereka seraya berkata, "Demi dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, mengapa kalian memukulinya apabila ia jujur kepada kalian, dan membiarkannya apabila ia berdusta kepada kalian" Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, "Di sinilah tempat gugurnya si fulan", sambil meletakkan tangannya di atas tanah tersebut. "Di sini, ya di sini tempatnya," ujar beliau. Setiap sahabat tidak ingin menjauh dari tempat tangan Rasulullah SAW diletakkan. {Muslim 5/170}

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُسَيْسَةَ عَيْنًا يَنْظُرُ مَا صَنَعَتْ عِيرُ أَبِي سُفْيَانَ فَجَاءَ وَمَا فِي الْبَيْتِ أَحَدٌ غَيْرِي وَغَيْرُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا أَدْرِي مَا اسْتَثْنَى بَعْضَ نِسَائِهِ قَالَ فَحَدَّثَهُ الْحَدِيثَ قَالَ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَكَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ لَنَا طَلِبَةً فَمَنْ كَانَ ظَهْرُهُ حَاضِرًا فَلْيَرْكَبْ مَعَنَا فَجَعَلَ رِجَالٌ يَسْتَأْذِنُونَهُ فِي ظُهْرَانِهِمْ فِي عُلْوِ الْمَدِينَةِ فَقَالَ لَا إِلَّا مَنْ كَانَ ظَهْرُهُ حَاضِرًا فَانْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ حَتَّى سَبَقُوا الْمُشْرِكِينَ إِلَى بَدْرٍ وَجَاءَ الْمُشْرِكُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُقَدِّمَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ إِلَى شَيْءٍ حَتَّى أَكُونَ أَنَا دُونَهُ فَدَنَا الْمُشْرِكُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُومُوا إِلَى جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ قَالَ يَقُولُ عُمَيْرُ بْنُ الْحُمَامِ الْأَنْصَارِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَنَّةٌ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ قَالَ نَعَمْ قَالَ بَخٍ بَخٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَحْمِلُكَ عَلَى قَوْلِكَ بَخٍ بَخٍ قَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا رَجَاءَةَ أَنْ أَكُونَ مِنْ أَهْلِهَا قَالَ فَإِنَّكَ مِنْ أَهْلِهَا فَأَخْرَجَ تَمَرَاتٍ مِنْ قَرَنِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ مِنْهُنَّ ثُمَّ قَالَ لَئِنْ أَنَا حَيِيتُ حَتَّى آكُلَ تَمَرَاتِي هَذِهِ إِنَّهَا لَحَيَاةٌ طَوِيلَةٌ قَالَ فَرَمَى بِمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ التَّمْرِ ثُمَّ قَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ
1162- Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Rasululah SAW telah mengutus Busaisah sebagai mata-mata untuk mengamati apa yang dilakukan oleh kafilah Abu Sufyan bin Harb yang membawa berbagai macam perbekalan makanan. Ketika Busaisah tiba, tidak ada seorang pun selain saya dan Rasulullah SAW (Ia berkata, 'Saya tidak tahu dengan pasti, kecuali beberapa orang istrinya).' Setelah melaporkan hasilnya, Rasulullah lalu keluar dari rumah dan berkata kepada para sahabatnya, 'Sebenarnya ada sesuatu yang akan aku cari. Oleh karena itu, barang siapa yang hewan kendaraannya sudah siap sedia, mari segera berangkat bersamaku.' Sementara itu ada beberapa orang sahabat yang meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk mengambil hewan kendaraannya di dataran tinggi kota Madinah. Namun Rasulullah SAW berkata, "Tidak usah pergi ke sana, kecuali bagi siapa yang hewan kendaraannya memang sudah siap sedia.' Lalu berangkatlah Rasulullah dan beberapa orang sahabatnya menuju Badar mendahului orang-orang musyrik. Tak lama berselang, barulah orang-orang musyrik datang ke sana.Kemudian Rasulullah SAW memberi aba-aba seraya memperingati para sahabatnya, 'Jangan ada di antara kalian yang bertindak sebelum ada komando dariku.' Lalu pasukan kaum musyrikin mulai bergerak mendekat. Pada saat itulah Rasulullah SAW berseru, 'Wahai para sahabatku sekalian, bangkitlah untuk menyambut surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi!' Mendengar seruan Rasulullah itu, seorang sahabat yang bernama Umair bin Al Humam Al Anshari terperangah dan bertanya, 'Ya Rasulullah, apakah benar luas surga seluas langit dan bumi?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ya.' Lalu Umair bin Al Humam Al Anshari berseru, 'Wah! Wah!' Kemudian Rasulullah SAW balik bertanya kepadanya, 'Hai Umair, apa yang membuatmu melontarkan kata-kata Wah! wah!?" Umair bin Al Humam Al Anshari menjawab, Tidak apa-apa ya Rasulullah! Hanya saja saya berharap agar saya menjadi salah seorang penghuninya.' Rasulullah SAW berkata, 'Sesungguhnya kamu termasuk salah seorang penghuninya.' Lalu Umair bin Al Humam Al Anshari mengeluarkan beberapa buah kurma dari kantong bajunya dan setelah itu memakannya. Kemudian ia berkata, 'Seandainya saya nanti masih hidup sebelum habis memakan kurma-kurma ini, berarti hal itu adalah kehidupan yang panjang.' Setelah membuang buah kurma miliknya, ia maju menerjang pasukan musuh, hingga akhirnya gugur sebagai syahid'." {Muslim 6/44}
Share this article :

0 comments:

Kritik Saran -> Klick home untuk melihat kitab-kitab hadits

Kepada para pengunjung silahkan berkomentar yang sopan. Komentar spam akan di hapus

Download Kitab 9 Imam Gratis


Kitab 9 Imam

Download Gratis Kitab 9 Imam

Silahkan download gratis kitab 9 Imam, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Shahih Bukhari

Download Gratis Kitab Shahih Bukhari terjemah

Silahkan download gratis kitab Shahih Bukhari, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Kitab Shahih Muslim

Download Gratis Kitab Shahi Muslim

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.[...]
Kitab Bulugul Maram

Kitab Bulugul Maram

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.,[...]

Artikel ini Di Baca Ribuan Orang

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | SITUS ISLAM OMA SUPARTANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. SITUS ISLAM UNTUK PENCERAHAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template