Headlines News :
Home » » Turunnya Fitnah Seperti Jatuhnya Tetes Hujan

Turunnya Fitnah Seperti Jatuhnya Tetes Hujan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


عَنْ أُسَامَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْرَفَ عَلَى أُطُمٍ مِنْ آطَامِ الْمَدِينَةِ ثُمَّ قَالَ هَلْ تَرَوْنَ مَا أَرَى إِنِّي لَأَرَى مَوَاقِعَ الْفِتَنِ خِلَالَ بُيُوتِكُمْ كَمَوَاقِعِ الْقَطْرِ
1998- Dari Usamah bin Zaid RA, bahwasanya suatu ketika Nabi Muhammad SAW memandang ke arah salah satu perkampungan Madinah. Setelah itu, beliau bertanya, "Apakah kalian juga melihat seperti apa yang aku lihat? Sungguh aku melihat beberapa tempat terjadinya fitnah di sela-sela rumah kalian yang merata seperti tetesan air hujan." {Muslim 8/168}



Fitnah Dihadapkan Kepada Hati dan Disertai Bintik yang Membekas padanya

. عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ عُمَرَ فَقَالَ أَيُّكُمْ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ الْفِتَنَ فَقَالَ قَوْمٌ نَحْنُ سَمِعْنَاهُ فَقَالَ لَعَلَّكُمْ تَعْنُونَ فِتْنَةَ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَجَارِهِ قَالُوا أَجَلْ قَالَ تِلْكَ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَلَكِنْ أَيُّكُمْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ الْفِتَنَ الَّتِي تَمُوجُ مَوْجَ الْبَحْرِ قَالَ حُذَيْفَةُ فَأَسْكَتَ الْقَوْمُ فَقُلْتُ أَنَا قَالَ أَنْتَ لِلَّهِ أَبُوكَ قَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتْ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ قَالَ حُذَيْفَةُ وَحَدَّثْتُهُ أَنَّ بَيْنَكَ وَبَيْنَهَا بَابًا مُغْلَقًا يُوشِكُ أَنْ يُكْسَرَ قَالَ عُمَرُ أَكَسْرًا لَا أَبَا لَكَ فَلَوْ أَنَّهُ فُتِحَ لَعَلَّهُ كَانَ يُعَادُ قُلْتُ لَا بَلْ يُكْسَرُ وَحَدَّثْتُهُ أَنَّ ذَلِكَ الْبَابَ رَجُلٌ يُقْتَلُ أَوْ يَمُوتُ حَدِيثًا لَيْسَ بِالْأَغَالِيطِ قَالَ أَبُو خَالِدٍ فَقُلْتُ لِسَعْدٍ يَا أَبَا مَالِكٍ مَا أَسْوَدُ مُرْبَادًّا قَالَ شِدَّةُ الْبَيَاضِ فِي سَوَادٍ قَالَ قُلْتُ فَمَا الْكُوزُ مُجَخِّيًا قَالَ مَنْكُوسًا.
1999- Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Pada suatu hari, kami sedang berada di dekat Umar RA. Setelah itu, ia berkata, 'Siapakah diantara kalian yang pernah mendengar Rasulullah SAW menerangkan tentang bencana?' Beberapa orang sahabat menjawab, "Kami pernah mendengar beliau menerangkan tentang hal itu." Umar berkata, "Mungkin yang kalian maksudkan adalah bencana yang tengah dihadapi seseorang dalam urusan keluarga, harta, dan tetangganya." Para sahabat menjawab, "Ya benar." Umar berkata, "Sesungguhnya bencana tersebut dapat terhapus oleh shalat, puasa, dan zakat. Tetapi yang aku maksudkan adalah, 'Siapakah di antara kalian yang pernah mendengar Rasulullah SAW menerangkan tentang bencana yang bergejolak seperti ombak lautan.' Hudzaifah berkata, "Mendengar penuturan Umar itu, para sahabat terdiam. Setelah itu, saya berkata, 'Sayalah orang yang pernah mendengar hal itu dari Rasulullah ya Umar.' Umar berkata, "Beruntunglah ayahmu." Hudzaifah berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Berbagai bencana dan ujian akan dihadapkan kepada hati seperti tikar yang ditusuk-tusuk dengan batang kayu. Hati yang tergoyahkan oleh bencana tersebut akan ditempeli oleh bintik hitam dan hati yang tidak tergoda oleh bencana itu akan ditempeli oleh bintik putih hingga akan ada dua macam hati: 1}. Hati yang putih bersih yang tidak terpengaruh oleh bencana selama masih ada langit dan bumi. 2}. Hati yang hitam legam seperti cangkir cubung yang miring, tidak dapat mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran, kecuali hanya menurutkan hawa nafsunya. Hudzaifah berkata, "Lalu saya ceritakan kepada Umar bahwa antara kamu dan bencana tersebut terdapat pintu terkunci yang hampir rusak." Umar bertanya, "Mengapa sesuatu yang rusak saja dipersoalkan? Seandainya pintu tersebut dibuka, mungkin dapat ditutup kembali." Saya katakan kepada Umar, "Tidak bisa. Tetap saja akan rusak." Saya katakan kepada Umar bahwa yang dimaksud dengan pintu itu adalah orang yang terbunuh atau orang yang mati. "Ucapan saya itu tidak akan salah." Abu Khalid berkata, "Saya bertanya kepada Said, 'Hai Abu Malik, apa yang dimaksudkan dengan kata aswadu murbaadan dalam hadits tersebut?' Said menjawab, "Warna sangat putih di tengah warna hitam." Khalid berkata, "Saya bertanya lagi, 'Apakah maksud dari lafadz Al Kuuz mujakhkhiyan pada hadits itu?' Said menjawab, "Yaitu cangkir jubung yang terjungkir." {Muslim 1/89-90}


Fitnah dan Sifat-sifatnya
عن أَبي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيَّ كَانَ يَقُولُ قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ النَّاسِ بِكُلِّ فِتْنَةٍ هِيَ كَائِنَةٌ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَ السَّاعَةِ وَمَا بِي إِلَّا أَنْ يَكُونَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسَرَّ إِلَيَّ فِي ذَلِكَ شَيْئًا لَمْ يُحَدِّثْهُ غَيْرِي وَلَكِنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ يُحَدِّثُ مَجْلِسًا أَنَا فِيهِ عَنْ الْفِتَنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَعُدُّ الْفِتَنَ مِنْهُنَّ ثَلَاثٌ لَا يَكَدْنَ يَذَرْنَ شَيْئًا وَمِنْهُنَّ فِتَنٌ كَرِيَاحِ الصَّيْفِ مِنْهَا صِغَارٌ وَمِنْهَا كِبَارٌ قَالَ حُذَيْفَةُ فَذَهَبَ أُولَئِكَ الرَّهْطُ كُلُّهُمْ غَيْرِي.
2001- Dari Abu Idris Al Khaulani, dia berkata, "Hudzaifah bin Al Yaman berkata, 'Demi Allah, saya adalah orang yang lebih banyak mengetahui setiap bencana yang akan terjadi semenjak kini hingga hari kiamat kelak. Hal itu terjadi karena Rasulullah SAW pernah membisikkan kepada saya suatu sabda yang tidak beliau informasikan keapada orang lain selain saya. Akan tetapi, Rasulullah SAW juga pernah menyebutkan suatu bencana ketika beliau tengah berada dalam suatu majelis di mana saya termasuk orang yang hadir di sana. Rasulullah SAW menghitung ada beberapa fitnah yang akan terjadi, lalu bersabda, "Di antara berbagai bencana, ada tiga bencana yang hampir melanda segala sesuatu. Di antaranya ada beberapa fitnah seperti badai di musim panas, ada yang kecil, dan ada pula yang besar.' Hudzaifah berkata, "Tak lama kemudian semua orang yang berada di majelis itu membubarkan diri kecuali saya." {Muslim 8/172}
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقَامًا مَا تَرَكَ شَيْئًا يَكُونُ فِي مَقَامِهِ ذَلِكَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ إِلَّا حَدَّثَ بِهِ حَفِظَهُ مَنْ حَفِظَهُ وَنَسِيَهُ مَنْ نَسِيَهُ قَدْ عَلِمَهُ أَصْحَابِي هَؤُلَاءِ وَإِنَّهُ لَيَكُونُ مِنْهُ الشَّيْءُ قَدْ نَسِيتُهُ فَأَرَاهُ فَأَذْكُرُهُ كَمَا يَذْكُرُ الرَّجُلُ وَجْهَ الرَّجُلِ إِذَا غَابَ عَنْهُ ثُمَّ إِذَا رَآهُ عَرَفَهُ.
2002- Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah berada di tengah-tengah kami. Beliau tidak akan meninggalkan suatu di tempat beliau berada hingga terjadinya kiamat, kecuali beliau telah menyampaikannya. Setelah itu, ada orang yang mengingatnya dan ada pula yang melupakannya, sementara para sahabat saya mengetahuinya. Saya lupa sebagian dari apa yang telah disampaikan Rasulullah. Kemudian saya dapat mengingatnya kembali sebagaimana seseorang mengingat wajah orang lain ketika tidak terlihat. Tetapi, ketika bertemu, maka ia pun dapat mengingatnya kembali." {Muslim 8/172}
. عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فَمَا مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا قَدْ سَأَلْتُهُ إِلَّا أَنِّي لَمْ أَسْأَلْهُ مَا يُخْرِجُ أَهْلَ الْمَدِينَةِ مِنْ الْمَدِينَةِ.
2003- Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah memberitahukan kepada saya tentang bencana yang telah ada dan yang akan terjadi hingga datangnya hari kiamat. Semua hal itu telah saya tanyakan kepada Rasulullah, kecuali satu hal yang belum saya tanyakan, yaitu, 'Bencana apa yang akan mengusir penduduk kota Madinah dari kota mereka?'" {Muslim 8/173}
عن أَبي زَيْدٍ يَعْنِي عَمْرَو بْنَ أَخْطَبَ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَجْرَ وَصَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى حَضَرَتْ الظُّهْرُ فَنَزَلَ فَصَلَّى ثُمَّ صَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى حَضَرَتْ الْعَصْرُ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى ثُمَّ صَعِدَ الْمِنْبَرَ فَخَطَبَنَا حَتَّى غَرَبَتْ الشَّمْسُ فَأَخْبَرَنَا بِمَا كَانَ وَبِمَا هُوَ كَائِنٌ فَأَعْلَمُنَا أَحْفَظُنَا
2004- Dari Abu Zaid, yaitu Amr bin Akhthab RA, dia berkata, "Suatu ketika Rasulullah SAW mengimami kami dalam shalat Subuh. Setelah itu beliau naik ke atas mimbar dan memberikan ceramah hingga datang waktu Zhuhur. Kemudian Rasulullah turun dari mimbar untuk melakukan shalat Zhuhur. Setelah itu beliau naik ke atas mimbar lagi untuk memberikan ceramah hingga datang waktu Ashar. Kemudian Rasulullah turun dari atas mimbar untuk melakukan shalat Ashar. Setelah itu beliau naik ke atas mimbar lagi untuk memberikan ceramah hingga matahari terbenam. Rasulullah menceritakan kepada kami tentang bencana yang telah dan yang akan terjadi. Orang yang banyak tahu tentang bencana-bencana tersebut adalah orang yang paling kuat hafalannya." {Muslim 8/173}
Share this article :

0 comments:

Kritik Saran -> Klick home untuk melihat kitab-kitab hadits

Kepada para pengunjung silahkan berkomentar yang sopan. Komentar spam akan di hapus

Download Kitab 9 Imam Gratis


Kitab 9 Imam

Download Gratis Kitab 9 Imam

Silahkan download gratis kitab 9 Imam, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Shahih Bukhari

Download Gratis Kitab Shahih Bukhari terjemah

Silahkan download gratis kitab Shahih Bukhari, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Kitab Shahih Muslim

Download Gratis Kitab Shahi Muslim

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.[...]
Kitab Bulugul Maram

Kitab Bulugul Maram

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.,[...]

Artikel ini Di Baca Ribuan Orang

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | SITUS ISLAM OMA SUPARTANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. SITUS ISLAM UNTUK PENCERAHAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template