Headlines News :
Home » » Menyebutkan Wafatnya Rasulullah SAW

Menyebutkan Wafatnya Rasulullah SAW

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ عِنْدَ امْرَأَتِهِ ابْنَةِ خَارِجَةَ بِالْعَوَالِي فَجَعَلُوا يَقُولُونَ لَمْ يَمُتْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا هُوَ بَعْضُ مَا كَانَ يَأْخُذُهُ عِنْدَ الْوَحْيِ فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ فَكَشَفَ عَنْ وَجْهِهِ وَقَبَّلَ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَقَالَ أَنْتَ أَكْرَمُ عَلَى اللَّهِ مِنْ أَنْ يُمِيتَكَ مَرَّتَيْنِ قَدْ وَاللَّهِ مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعُمَرُ فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ يَقُولُ وَاللَّهِ مَا مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا يَمُوتُ حَتَّى يَقْطَعَ أَيْدِيَ أُنَاسٍ مِنْ الْمُنَافِقِينَ كَثِيرٍ وَأَرْجُلَهُمْ فَقَامَ أَبُو بَكْرٍ فَصَعِدَ الْمِنْبَرَ فَقَالَ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لَمْ يَمُتْ وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ { وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ } قَالَ عُمَرُ فَلَكَأَنِّي لَمْ أَقْرَأْهَا إِلَّا يَوْمَئِذٍ
1329-1650. Dari Aisyah, dia berkata, "Ketika Rasulullah SAW meninggal dunia —sementara Abu Bakar berada di samping istrinya, putri Kharijah dari (bani) Al Awaliy— orang-orang berkata, "Nabi SAW tidak meninggal dunia, beliau hanya mengalami kondisi menerima wahyu." Lalu datanglah Abu Bakar, kemudian ia menyingkap wajah Nabi dan mencium bagian diantara kedua mata beliau lalu berkata, 'Engkau sosok yang paling mulia di sisi Allah untuk diwafatkan dua kali, Demi Allah, Rasulullah SAW telah wafat'. Umar yang berada di sudut masjid berkata, 'Demi Allah, Rasulullah tidak meninggal dunia, dan tidak akan mati hingga tangan dan kaki orang-orang munafik terpotong.' Abu Bakar berdiri lalu naik mimbar dan berkata, 'Siapa yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup, siapa yang menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad telah wafat, "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Qs. Aali 'Imraan [3]: 144) Umar berkata, "Seakan-akan aku belum pernah membaca ayat itu kecuali saat itu saja." (H.R. Ibnu Majah) Shahih: Tanpa ada kata "Wahyu". Bukhari, pembahasan tentang jenazah.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَمَّا وَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ كَرْبِ الْمَوْتِ مَا وَجَدَ قَالَتْ فَاطِمَةُ وَا كَرْبَ أَبَتَاهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا كَرْبَ عَلَى أَبِيكِ بَعْدَ الْيَوْمِ إِنَّهُ قَدْ حَضَرَ مِنْ أَبِيكِ مَا لَيْسَ بِتَارِكٍ مِنْهُ أَحَدًا الْمُوَافَاةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
1330-1652. Dari Anas bin Malik, dia berkata, "Ketika Rasulullah SAW mendekati saat kritis kematian, beliau merasakan sakit yang menyulitkannya, Fatimah bertanya: apakah terasa sakit sekali wahai ayah, Rasulullah menjawab, 'Tidak ada sakit yang menyulitkan ayahmu setelah hari ini, sesungguhnya telah hadir pada ayahmu hal yang tidak seorang pun bisa meninggalkannya, yaitu kematian, hingga hari kiamat'. " Hasan Shahih: Ash-Shahihah (1738), Mukhtashar Asy-Syama'il (334), Bukhari tanpa redaksi, "Sesungguhnya telah hadir.... "
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَتْ لِي فَاطِمَةُ يَا أَنَسُ كَيْفَ سَخَتْ أَنْفُسُكُمْ أَنْ تَحْثُوا التُّرَابَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. عَنْ أَنَسٍ أَنَّ فَاطِمَةَ قَالَتْ حِينَ قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَا أَبَتَاهُ إِلَى جِبْرَائِيلَ أَنْعَاهُ وَا أَبَتَاهُ مِنْ رَبِّهِ مَا أَدْنَاهُ وَا أَبَتَاهُ جَنَّةُ الْفِرْدَوْسِ مَأْوَاهُ وَا أَبَتَاهُ أَجَابَ رَبًّا دَعَاهُ قَالَ حَمَّادٌ فَرَأَيْتُ ثَابِتًا حِينَ حَدَّثَ بِهَذَا الْحَدِيثِ بَكَى حَتَّى رَأَيْتُ أَضْلَاعَهُ تَخْتَلِفُ
1331-1653. Dari Anas bin Malik, dia berkata; fatimah berkata kepadaku, "Wahai Anas, bagaimana diri kalian bisa menerima dan rela menaburkan debu (tanah) pada (kubur) Rasulullah SAW?" Dan dari Anas (pula); bahwa Fatimah berkata, —saat Rasulullah SAW meninggal dunia— 'Ayah, kepada jibril kami kabarkan berita kematiannya. Ayah dekat dengan Tuhannya. Ayah, surga Firdaus menjadi tempat tinggalnya. Ayah yang memenuhi panggilan Tuhannya.' Hammad berkata, "Aku melihat Tsabit —ketika menyampaikan hadits ini — ia menangis hingga aku lihat sendi-sendi tulang beliau lemah'." (H.R. Ibnu Majah) Shahih: Ar-Raudh (74). Bukhari.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ لَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الَّذِي دَخَلَ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ أَضَاءَ مِنْهَا كُلُّ شَيْءٍ فَلَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ أَظْلَمَ مِنْهَا كُلُّ شَيْءٍ وَمَا نَفَضْنَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَيْدِيَ حَتَّى أَنْكَرْنَا قُلُوبَنَا
1332-1654. Dari Anas, dia berkata, "Pada hari di mana Rasulullah masuk ke Madinah, segala sesuatu yang ada di Madinah menjadi terang, maka pada hari di mana Rasululah SAW meninggal dunia, segala sesuatu yang ada di Madinah menjadi gelap, tangan-tangan kami tidak mampu menguburkan Nabi SAW hingga hati kami mengingkarinya." (H.R. Ibnu Majah) Shahih: Al Mukhtashar (329), Al Misykah (5962).
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كُنَّا نَتَّقِي الْكَلَامَ وَالِانْبِسَاطَ إِلَى نِسَائِنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَخَافَةَ أَنْ يُنْزَلَ فِينَا الْقُرْآنُ فَلَمَّا مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكَلَّمْنَا
1333-1655. Dari Ibnu Umar, dia berkata, "Dahulu kami takut berbicara dan terbuka terhadap para istri kami di masa Rasulullah SAW (masih hidup) karena takut akan diturunkan ayat Al Qur'an yang berkenaan dengan kami, ketika Rasulullah SAW telah meninggal dunia kami pun (mulai berani) berbicara." (H.R. Ibnu Majah) Shahih: Bukhari, dalam pembahasan tentang nikah.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعُمَرَ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى أُمِّ أَيْمَنَ نَزُورُهَا كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزُورُهَا قَالَ فَلَمَّا انْتَهَيْنَا إِلَيْهَا بَكَتْ فَقَالَا لَهَا مَا يُبْكِيكِ فَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِرَسُولِهِ قَالَتْ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِرَسُولِهِ وَلَكِنْ أَبْكِي أَنَّ الْوَحْيَ قَدْ انْقَطَعَ مِنْ السَّمَاءِ قَالَ فَهَيَّجَتْهُمَا عَلَى الْبُكَاءِ فَجَعَلَا يَبْكِيَانِ مَعَهَا
1334-1657. Dari Anas, dia berkata, "Abu Bakar berkata —setelah Rasulullah SAW wafat— kepada umar, "Marilah kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana Rasulullah selalu mengunjunginya'. (Anas melanjutkan) Ketika kami sampai kepadanya, dia menangis, lalu keduanya (Abu Bakar dan Umar) berkata, 'Apa yang membuatmu menangis? Apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik untuk Rasul-Nya.' Dia menjawab, "Sesungguhnya aku tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya, tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit' (Anas melanjutkan kisahnya) hal itu membuat keduanya menangis, keduanya pun menangis bersama Ummu Aiman." (H.R. Ibnu Majah dan Shahih: Muslim (7/144).
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَعْنِي بَلِيتَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
1335-1658. Dari Aus bin Aus, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sesugguhnya di antara hari-hari kalian yang paling bagus adalah hari Jum'at, di hari itu Adam diciptakan, terjadinya tiupan (sangkakala kedua), terjadinya tiupan (sangkakala pertama), maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari itu, sesungguhnya shalawat kalian akan disampaikan kepadaku." Seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan disampaikan kepada engkau sedangkan engkau telah binasa?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi" (H.R. Ibnu Majah) Shahih: Ini adalah hadits yang sering diulang (1094).

Share this article :

0 comments:

Kritik Saran -> Klick home untuk melihat kitab-kitab hadits

Kepada para pengunjung silahkan berkomentar yang sopan. Komentar spam akan di hapus

Download Kitab 9 Imam Gratis


Kitab 9 Imam

Download Gratis Kitab 9 Imam

Silahkan download gratis kitab 9 Imam, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Shahih Bukhari

Download Gratis Kitab Shahih Bukhari terjemah

Silahkan download gratis kitab Shahih Bukhari, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Kitab Shahih Muslim

Download Gratis Kitab Shahi Muslim

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.[...]
Kitab Bulugul Maram

Kitab Bulugul Maram

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.,[...]

Artikel ini Di Baca Ribuan Orang

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | SITUS ISLAM OMA SUPARTANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. SITUS ISLAM UNTUK PENCERAHAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template