Headlines News :
Home » » Faktor-faktor Penyebab Keruntuhan Khilafah

Faktor-faktor Penyebab Keruntuhan Khilafah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


 


 Sebab Ekternal Keruntuhan Khilafah Turki Utsmani

 

Keruntuhan Khilafah Islamiyah terakhir di Istambul hendaknya menjadi renungan bagi kita. Beberapa faktor penyebab utama kemunduran Negara Khilafah diantaranya;Konspirasi Negara-negara kafir imperialis, pengkhianatan penjawat tinggi Negara, adanya idea-idea rosak (nasionalisme,patriotisme, demokrasi dan HAM) yang mempengaruhi pemikiran kaum muda di Turki dan wilayah Khilafah lainnya, terhentinya ijtihad, upaya memasukkan Undang-undang barat dalam konstitusi Negara Khilafah, penghancuran aqidah Islam melalui serangan misionaris Kristen (mubaligh yang berjuang memurtadkan orang2 islam). Puncaknya, pada tanggal 3 Mac 1924, agen Inggeris keturunan Yahudi Dunamah bernama Mustafa Kemal Pasha menyatakan dibubarkannya Negara Khilafah Islamiyah yang berpusat di Istambul, dan kemudian menggantinya dengan sistem republik dengan asasnya sekular-demokrasi serta memindahkan ibukota Turki dari Istambul ke Ankara.

Sultan Abdul Hamid dan Yahudi
Pada masa pemerintahan Khalifah Sultan Abdul Hamid II, Pemimpin Zionis Internasional bernama Theodore Herzl melalui sahabatnya yang dekat dengan keluarga istana meminta kepada Khalifah untuk memberikan tanah Palestin kepada orang-orang Yahudi. Dan jika diizinkan menduduki Palestin, orang-orang Yahudi akan menyelesaikan utang-utang Negara Khilafah. Namun apa yang terjadi Khalifah Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas,melalui suratnya; “Nasehatilah temanmu Herzl agar dia tidak mengambil langkah-langkah baru mengenai masalah ini, sebab saya tidak bisa mundur dari tanah suci ini (Palestin) walaupun hanya sejengkal. Sebab tanah ini bukanlah milik saya. Dia milik bangsa dan rakyat saya. Nenek moyang saya telah berjuang demi mendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan titisan darah demi mendapat tanah ini. Maka biarkanlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan wang mereka. Jika negeriku hancur lebur, maka sangat mungkin mendapatkan negeri Palestin tanpa ada balasan apapun. Namun patut diingat, bahwa hendaklah penghancuran itu dimulai dari tubuh dan raga kami. Namun tentunya saya juga tidak akan menerima, raga saya dirosak binasa sepanjang hayat masih dikandung badan”.Demikianlah, Herzl gagal merayu Sultan Abdul Hamid II untuk menduduki tanah Palestin. Padahal waktu itu utang Negara Khilafah mencapai 20 juta lira.
Setelah gagal merayu Sultan Abdul Hamid II, Zionisme Internasional kemudian memulai dengan menggerakkan media-media internasional untuk menjatuhkan Khalifah. Setelah itu, mereka menyatukan musuh-musuh Sultan Abdul Hamid II yang tumbuh dan bercampur baur dalam masyarakat Utsmani. Kita dapatkan para pengikut demokrasi (dan mereka yang diperalat kaum demokrat,pen) melakukan rencana yang sangat teratur dan menyerang. Mereka menguasai jaringan bisnes dunia, media-media Eropa, sehingga sangat mungkin bagi mereka untuk membentuk pandangan umum tentang pentingnya memecat Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya sebagai seorang Khalifah.

Pemecatan Khalifah Sultan Abdul Hamid II
Kemudian pada tanggal 31 Mac 1909, Zionis Internasional melakukan konspirasi, yaitu peristiwa tragis yang menimbulkan goncangan hebat. Peristiwa tersebut terjadi di kota Istambul, dimana telah terjadi pembunuhan berdarah yang menimbulkan korban jiwa. Dan kemudian mereka menuduh Sultan Abdul Hamid II terlibat dalam peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut juga membuat orang-orang Yahudi Eropa dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan (nama lain dari Gerakan Turki Muda pimpinan Mustafa Kemal) memasuki Istambul untuk melakukan acara penurunan baiah di pusat kota menuntut pemecatan Sultan Abdul Hamid II dari jawatannya seorang Khalifah. Dengan dukungan media-media di Turki dan Eropa, mereka menuduh Sultan merencanakan terjadinya peristiwa 31 Mac, membakar mushaf-mushaf Al-Qur`an, pemboros, penumpah darah, dan zhalim.
Untuk menjayakan dengan baik tujuan tersebut, para revolusionir bentukan Yahudi melakukan tekanan kepada mufti Islam Muhammad Zhiyaudin untuk mengeluarkan fatwa pemecatan. Pada hari selasa 27 April 1909 M., sebanyak 240 anggota Majelis A`yan (tokoh-tokoh masyarakat yang ditunjuk) mengadakan pertemuan bersama dan menetapkan pemecatan Sultan Abdul Hamid II. Namun sebagian anggota menolak menerima draft tersebut, diantaranya sekretari fatwa Nuri Affandi yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Namun atas usulan dan desakan dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan, akhirnya dibentuklah panitia untuk menyampaikan keputusan pemecatan khalifah kaum muslimin, panitia tersebut terdiri dari:Immanuel Qarashu (seorang Yahudi asal Spanyol), Aaram (Anggota Majelis Perwakilan yang berasal dari Armenia), As`ad Thuathani(Utusan Albania), Arif Hikmat (anggota Majelis `Ayan,asal Irak Karajabani). Kemudian melalui mereka dilakukan (pemberitahuan) pemecatan Sultan Abdul Hamid II sebagai Khalifah, dan pada saat bersamaan Sultan Abdul Hamid berkata kepada mereka, ”Sesungguhnya ini tak lebih dari perbuatan orang-orang Yahudi yang mengancam Khilafah, lalu apa maksud kalian membawa orang ini (Emmanuel) datang kehadapanku?”. Setelah Sultan Abdul Hamid II diturunkan dari jabatannya, kemudian beliau dibuang ke Salonika (wilayah Kekhilafahan Turki yang berbatasan dengan Yunani).
Orang-orang Yahudi dan Freemasonry mengangkat hari penjatuhan Sultan Abdul Hamid II sebagai hari raya mereka. Mereka meluapkan kegembiraan dengan mengadakan demonstrasi dijalan-jalan pusat kota Istambul, Turki Utsmani. Setelah diturunkan dari jabatannya,Sultan Muhammad Rasyad menggantikan beliau sebagai Khalifah kaum muslimin.
Tidak berapa lama kemudian, muncullah hakikat sebenarnya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi dan Kristen dan lebih khusus lagi Inggris. Mereka melihat, bahwa penghancuran Khilafah bukanlah perkara yang mudah, kecuali dengan cara membuat pahlawan boneka dan menggambarkan opini umum tentang sosoknya yang besar dan keramat. Dan mereka mengusulkan nama Musthafa Kemal agar menjadi sumber harapan dan sumber penghormatan di kalangan perwira tentara dan rakyat Utsmani.
Mereka membuat beberapa sandiwara peperangan untuk mengangkat (mengorbitkan) nama Musthafa Kemal sebagai pahlawan. Mereka bertempur tetapi tidak ada peluru dan meriam yang ditembakkan pihak sekutu. Musthafa Kemal berhasil mendesak pasukan sekutu mundur dari wilayah Turki. Kemenangan sandiwara ini disambut oleh rakyat Turki dan menyanjung nama Musthafa Kemal serta menganggapnya sebagai pahlawan penyelamat. Inggris mempublikasikan kemenangan (sandiwara) Musthafa Kemal secara besar-besaran. Atas kemenangan ini Musthafa Kemal mengatakan dihadapan publik; ”Semua rencana tidak akan dilakukan kecuali untuk melindungi kesultanan dan Khilafah serta membebaskan Sultan dan negeri ini dari perbudakan negara asing”. Di sisi lain Duta Besar Inggris mengeluarkan beberapa pernyataan yang ditujukan kepada bangsa Turki supaya mematuhi khalifahnya, seolah-olah mereka berdiri dipihak Sultan dan bermusuhan dengan Musthafa Kemal. Maka bertambahlah kebencian terhadap Khalifah dan bertambahlah kecintaan terhadap pahlawan (boneka) yang memerangi sekutu
Kebusukan rencana Musthafa Kemal mulai terbongkar pada tahun 1341 H/ 1923 M, Organisasi Nasional Turki pimpinan Mustafa Kemal mengumumkan berdirinya Republik Turki yang beribukota di Ankara dan dia terpilih sebagai presiden pertamanya, peristiwa ini membuat posisi Khalifah Sultan Muhammad Wahidudin terancam, kemudian dia melarikan diri ke Malta dengan kapal Inggris. Awalnya Musthafa Kemal berpura-pura tetap menjaga eksistensi Sistem Khilafah dengan menunjuk Sultan Abdul Majid II menggantikan Sultan Muhammad Wahidudin.
Namun pada tanggal 27 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M, Musthafa Kemal memanggil semua pendiri Organisasi Persatuan dan Pembangunan,dia yakin bahwa tidak ada seorangpun yang berani menentang dirinya. Di hadapan anggota, dia mengusulkan untuk membuat projek pembubaran khilafah yang dia sebut sebagai `bisul abad pertengahan`. Akhirnya pada pertemuan tersebut Sistem Kekhilafahan Islam dibubarkan.Pada keesokan harinya, Khalifah Sultan Abdul Majid II dan keluarga Ustmani diusir dari Ibukota Istambul, hartanya disita, dan Musthafa Kemal mengganti sekolah-sekolah Islam dengan sekolah sekuler dibawah kementrian pendidikan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pimpinan delegasi Inggris, Lord Curzon pada saat perjanjian Lausanne tanggal 23 Juli 1923.
Setelah khilafah Islam dibubarkan dan pasukan Inggris ditarik dari wilayah Turki. Menteri luar negeri Inggris, Curzon dipanggil Senat Inggris untuk mempertanggungjawabkan perihal penarikan pasukan Inggris dari wilayah Turki, dihadapan anggota Senat Curzon berkata, ”Utama persoalannya adalah bahwa Turki telah dihancurkan dan tidak akan pernah bangkit kembali, karena kita telah berhasil menghancurkan dua kekuatan spiritualnya, yaitu Khilafah dan Islam”.

Khatimah
Demikian sedikit sebanyak kisah detik-detik terakhir runtuhnya Khilafah Islamiyah.Wahai saudaraku, kita tahu bahwa orang-orang kafir seperti Yahudi dan nasrani akan selalu memusuhi kaum muslimin. Mereka menyukai apa-apa yang menyusahkan kita dan mereka akan selalu melakukan konspirasi untuk berusaha memecah belah dan memusnahkan kaum muslimin. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah ridha sampai kamu masuk dalam golongan mereka”.(QS.Al Baqarah :120)

Sudah saatnya kita membangun ukhuwah Islamiyah dan menghadapi musuh bersama, yaitu orang-orang kafir dan munafik yang selalu menghina Islam dan kaum muslimin. Dan memfokuskan pada pandangan urgensi penegakkan Khilafah dan Syariah untuk menjadikannya pandangan umum ditengah-tengah masyarakat (bukan dengan demokrasi, diskriminasi gender,HAM,dll).
Saudaraku, khilafah pasti akan tegak dengan atau tanpa kita. Karena ini merupakan janji Rasulullah SAW:

“...Sesungguhnya akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian”(HR.Ahmad)

Tinggal kita memilih, apakah kita menjadi orang yang berjuang terhadap penegakan Khilafah dan Syariah, atau kita menjadi orang yang setuju terhadap penegakkan Khilafah dan syariah ketika Khilafah sudah tegak.

sesungguhnya beruntunglah bagi yang menegakkanya,
rugilah bagi mereka yang hanya duduk diam menyaksikannya
tetapi akan celakalah mereka yang menghalanginya.
Sudah kita ketahui bersama bahwa Khilafah Turki Utsmani kalah pada perang dunia pertama. Sebagai negara yang kalah perang, maka negeri itu dengan mudah ditindas, dirampok dan juga diperebutkan wilyahnya oleh para pemangsa dan lawan-lawannya. Sampai terjadi penghinaan yang begitu besar, di mana bangsa Turki yang secara geografis memang penduduk Eropa dilecehkan dengan ungkapan The Sickman in Europe. Bahkan kata turkey dalam ungkapan mereka merupakan pelecehan, yang artinya ayam kalkun.
Pahlawan dan tokoh muslim Turki pu tidak luput dari penghinaan. Salah satunya adalah Barbarossa si Janggut Merah. Di dalam cerita Asterik, tokoh Barbarosssa muncul sebagai bajak laut yang bodoh. Padahal beliau adalah pahlawan Islam di masanya dan pelaut kafir Eropa sangat takut dengan angkatan perangnya.

Sebab Internal Jatuhnya Khilafah Turki Utsmani

Penjajahan barat terhadap Turki semakin menusuk tatkala mereka berhasil meraih generasi muda Turki dengan pendidikan ala barat. Tentu saja semua itu untuk mendapatkan satu tujuan, yaitu sekulerisasi selapis generasi. Maka lahirlah kemudian generasi baru yang anti Islam, Islamo-phobia, sekuler, liberal dan berotak barat. Mereka inilah yang kemudian didukung oleh Eropa untuk menumbangkan lembaga khilafah Islamiyah. Tercatat tokohnya adalah Mustafa Kemal Ataturk yang terlaknat. Sosok ini telah berhasil menumbangkan khilafah pada tahun 1924 lewat gerakan Turki Muda.
Sayangnya, hujaman belati mematikan ini justru masuk ke dalam pelajaran sejarah di negeri kita sebagai kebangkitan, bukan sebagai kejahatan. Rupanya, jaring-jaring kerja bangsa-bangsa kafir itu sedemikian luas, sehingga sosok Kemal Ataturk yang zhalim itu, justru muncul dalam buku sejarah kita sebagai pahlawan. Padahal Kemal telah melakukan dosa yang bahkan Iblis pun tidak pernah melakukannya. Yaitu menumbangkan satu rangkaian khilafah Islamiyah yang terakhir. Padahal belum pernah sebelumnya umat Islam di dunia hidup tanpa naungan khilafah.
Sebab khilafah sudah ada sejak zaman Rasululullah SAW hidup, yakni sejak 15 abad yang lalu. Selama itu, umat Islam belum pernah hidup tanpa ada khilafah. Iblis dan para jin tidak pernah mampu menumbangkannya. Tiba-tiba seorang sekuleris yang nota bene agamanya masih Islam, malah menumbangkannya. Walhasil, sejak jatuhnya khilafah Turki, umat Islam masuk dalam bid’ah kubro. Sebuah bid’ah teramat besar yang melebihi semua jenis bid’ah yang pernah ada. Dan tentunya sangat dibenci dan dimurkai. Sebuah bid’ah berupa umat Islam hidup tanpa naungan khilafah.

Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam

Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera membaiat Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam sedunia, yaitu istilah Amirul Mukminin. Artinya adalah pemimpin umat Islam.

Khilafah Rasyidah

Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:
  • Abu Bakar ash-Shiddiq ra {tahun 11-13 H/632-634 M}
  • ‘Umar bin Khaththab ra {tahun 13-23 H/634-644 M}
  • ‘Utsman bin ‘Affan ra {tahun 23-35 H/644-656 M}
  • ‘Ali bin Abi Thalib ra {tahun 35-40 H/656-661 M} dan
  • Al-Hasan bin ‘Ali ra {tahun 40 H/661 M}
Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai khilafah rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi yang mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari nabi untuk mentaati para khalifah rasyidah ini.

Khilafah Bani Umayyah

Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
  • Mu’awiyyah bin Abi Sufyan {tahun 40-64 H/661-680 M}
  • Yazid bin Mu’awiyah {tahun 61-64 H/680-683 M}
  • Mu’awiyah bin Yazid {tahun 64-65 H/683-684 M}
  • Marwan bin Hakam {tahun 65-66 H/684-685 M}
  • Abdul Malik bin Marwan {tahun 66-86 H/685-705 M}
  • Walid bin ‘Abdul Malik {tahun 86-97 H/705-715 M}
  • Sulaiman bin ‘Abdul Malik {tahun 97-99 H/715-717 M}
  • ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz {tahun 99-102 H/717-720 M}
  • Yazid bin ‘Abdul Malik {tahun 102-106 H/720-724M}
  • Hisyam bin Abdul Malik {tahun 106-126 H/724-743 M}
  • Walid bin Yazid {tahun 126 H/744 M}
  • Yazid bin Walid {tahun 127 H/744 M}
  • Ibrahim bin Walid {tahun 127 H/744 M}
  • Marwan bin Muhammad {tahun 127-133 H/744-750 M}
Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.

Khilfah Bani Abbasiyah

Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-’Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah. Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
  1. Abul ‘Abbas al-Safaah {tahun 133-137 H/750-754 M}
  2. Abu Ja’far al-Manshur {tahun 137-159 H/754-775 M}
  3. Al-Mahdi {tahun 159-169 H/775-785 M}
  4. Al-Hadi {tahun 169-170 H/785-786 M}
  5. Harun al-Rasyid {tahun 170-194 H/786-809 M}
  6. Al-Amiin {tahun 194-198 H/809-813 M}
  7. Al-Ma’mun {tahun 198-217 H/813-833 M}
  8. Al-Mu’tashim Billah {tahun 618-228 H/833-842M}
  9. Al-Watsiq Billah {tahun 228-232 H/842-847 M}
  10. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah {tahun 232-247 H/847-861 M}
  11. Al-Muntashir Billah {tahun 247-248 H/861-862 M}
  12. Al-Musta’in Billah {tahun 248-252 H/862-866 M}
  13. Al-Mu’taz Billah {tahun 252-256 H/866-869 M}
  14. Al-Muhtadi Billah {tahun 256-257 H/869-870 M}
  15. Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah {tahun 257-279 H/870-892 M}
  16. Al-Mu’tadla Billah {tahun 279-290 H/892-902 M}
  17. Al-Muktafi Billah {tahun 290-296 H/902-908 M}
  18. Al-Muqtadir Billah {tahun 296-320 H/908-932 M}
  19. Al-Qahir Billah {tahun 320-323 H/932-934 M}
  20. Al-Radli Billah {tahun 323-329 H/934-940 M}
  21. Al-Muttaqi Lillah {tahun 329-333 H/940-944 M}
  22. Al-Musaktafi al-Allah {tahun 333-335 H/944-946 M}
  23. Al-Muthi’ Lillah {tahun 335-364 H/946-974 M}
  24. Al-Tha`i’ Lillah {tahun 364-381 H/974-991 M}
  25. Al-Qadir Billah {tahun 381-423 H/991-1031 M}
  26. Al-Qa`im Bi Amrillah {tahun 423-468 H/1031-1075 M}
  27. Al-Mu’tadi Bi Amrillah {tahun 468-487 H/1075-1094 M}
  28. Al-Mustadhhir Billah {tahun 487-512 H/1094-1118 M}
  29. Al-Mustarsyid Billah {tahun 512-530 H/1118-1135 M}
  30. Al-Rasyid Billah {tahun 530-531 H/1135-1136 M}
  31. Al-Muqtafi Liamrillah {tahun 531-555 H/1136-1160 M}
  32. Al-Mustanjid Billah {tahun 555-566 H/1160-1170 M}
  33. Al-Mustadli`u Biamrillah {tahun 566-576 H/1170-1180 M}
  34. Al-Naashir Lidinillah {tahun 576-622 H/1180-1225 M}
  35. Al-Dhahir Biamrillah {tahun 622-623 H/1225-1226 M}
  36. Al-Mustanshir Billah {tahun 623-640 H/1226-1242 M}
  37. Al-Musta’shim Billah {tahun 640-656 H/1242-1258 M}
  38. Al-Mustanshir Billah II {tahun 660-661 H/1261-1262 M}
  39. Al-Haakim Biamrillah I {tahun 661-701 H/1262-1302 M}
  40. Al-Mustakfi Billah I {tahun 701-732 H/1302-1334 M}
  41. Al-Watsiq Billah I {tahun 732-742 H/1334-1343 M}
  42. Al-Haakim Biamrillah II {tahun 742-753 H/1343-1354 M}
  43. Al-Mu’tadlid Billah I
  44. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I
  45. Al-Watsir Billah II {tahun 785-788 H/1386-1389 M}
  46. Al-Musta’shim {tahun 788-791 H/1389-1392 M}
  47. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II
  48. Al-Musta’in Billah {tahun 808-815 H/1409-1416 M}
  49. Al-Mu’tadlid Billah II {tahun 815-845 H/1416- 1446 M}
  50. Al-Mustakfi Billah II {tahun 845-854 H/1446-1455 M}
  51. Al-Qa`im Biamrillah {tahun 754-859 H/1455-1460 M}
  52. Al-Mustanjid Billah {tahun 859-884 H/1460-1485 M}
  53. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III
  54. Al-Mutamasik Billah {tahun 893-914 H/1494-1515 M}
  55. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV
Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar , sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.

Khilafah Bani Utsmaniyyah

Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:
  1. Salim I {tahun 918-926 H/1517-1520 M}
  2. Sulaiman al-Qanuni {tahun 926-974 H/1520-1566 M}
  3. Salim II {tahun 974-982 H/1566-1574 M}
  4. Murad III {tahun 982-1003 H/1574-1595 M}
  5. Muhammad III {tahun 1003-1012 H/1595-1603 M}
  6. Ahmad I {tahun 1012-1026 H/1603-1617 M}
  7. Mushthafa I {tahun 1026-1027 H/1617-1618 M}
  8. ‘Utsman II {tahun 1027-1031 H/1618-1622 M}
  9. Mushthafa I {tahun 1031-1032 H/1622-1623 M}
  10. Murad IV {tahun 1032-1049 H/1623-1640 M}
  11. Ibrahim I {tahun 1049-1058 H/1640-1648 M}
  12. Muhammad IV {tahun 1058-1099 H/1648-1687 M}
  13. Sulaiman II {tahun 1099-1102 H/1687-1691 M}
  14. Ahmad II {tahun 1102-1106 H/1691-1695 M}
  15. Mushthafa II {tahun 1106-1115 H/1695-1703 M}
  16. Ahmad III {tahun 1115-1143 H/1703-1730 M}
  17. Mahmud I {tahun 1143-1168 H/1730-1754 M}
  18. ‘Utsman III {tahun 1168-1171 H/1754-1757 M}
  19. Musthafa III {tahun 1171-1187 H/1757-1774 M}
  20. ‘Abdul Hamid I {tahun 1187-1203 H/1774-1789 M}
  21. Salim III {tahun 1203-1222 H/1789-1807 M}
  22. Musthafa IV {tahun 1222-1223 H/1807-1808 M}
  23. Mahmud II {tahun 1223-1255 H/1808-1839 M}
  24. ‘Abdul Majid I {tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M}
  25. ‘Abdul ‘Aziz I {tahun 1277-1293 H/1861-1876 M}
  26. Murad V {tahun 1293-1293 H/1876-1876 M}
  27. ‘Abdul Hamid II {tahun 1293-1328 H/1876-1909 M}
  28. Muhammad Risyad V {tahun 1328-1338 H/1909-1918 M}
  29. Muhammad Wahiddin {th. 1338-1340 H/1918-1922 M}
  30. ‘Abdul Majid II {tahun 1340-1342 H/1922-1924 M}.
Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.

Kepastian Kembalinya Khilafah

Lepas dari realitas di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat Islam saat in menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijarah, ekonomi mereka terpuruk, nilai mata uang mereka sangat rendah, hutang luar negeri mereka bertumpuk tak terbayar, pemuda mereka dirusak, wanita mereka menjadi hamba syhwt (**) , bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagainya, namunmasih ada harapan. Kita masih menemukan satu hadits dari Rasulullah SAW yang cukup melegakan, yaitu kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitasnya yang rasyidah itu.
Sabda Rasulullah saw, Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi: Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Setiap umat Islam meski bersinergi untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah. Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan sekedar lips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan dan pengkaderan 1,5 milyar umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati, keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang mumpuni.
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menyaksikan beridirnya khilafah Islamiyah semasa kita hidup. Sungguh sebuah kepuasan yang dimpikan oleh dunia Islam selama ini. Amien.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi warabaraktuh.

FILM UMAR BIN KHATAB

Cara download Tunggu / please wait 5 second setelah muncul SKIP AD lalu klik


Film ini penting di saksikan oleh seluruh kaum muslimin karena di samping menceritakan kisah Sahabat Umar Bin Khattab. Film ini juga menceritakan sejarah Nabi Muhammad saw dan Sejarah mulai munculnya agama Islam.

Film ini pernah di tayangkan MNCTV


SILAHKAN DOWNLOAD GRATIS FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB DI LENGKAPI TEKS TERJEMAH INDONESIA  :

PETUNJUK DOWNLOAD

Ketika antum download videonya pada masing-masing Seri ada 2 File Format mp4 dan srt dan antum harus download kedua file tersebut supaya video yang antum download lengkap plus terjemahnya. 
 

1. Omar ibn Khattab.mp4
2. Omar ibn Khattab.srt 


Kalau antum cuma download File ke 1 Format mp4 nya saja itu cuman Video nya saja, tetapi kalau antum download lengkap File ke 1. Omar ibn Khattab.mp4 dan File ke 2. Omar Ibn Khattab.srt maka video yang antum download lengkap dengan teks terjemah Indonesia karena File srt adalah terjemahnya. Bagi pengunjung dari luar Negri silahkan download video nya saja Format mp4 tidak usah download  terjemahnya.

1. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 1
2. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 2

3. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 3

10. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 10

11. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 11

12. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 12

13. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATAB SERI 13

14. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 14

15. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATAB SERI 15

16. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 16

17. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 17

18. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 18

19. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 19

20. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 20

21. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 21

22. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 22

23. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 23
 
24. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 24
 
25. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 25
 
26. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 26
 
27. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATAB SERI 27

28. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 28

29. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 29

30. FILM SEJARAH UMAR BIN KHATTAB SERI 30


Share this article :

3 comments:

Kritik Saran -> Klick home untuk melihat kitab-kitab hadits

Kepada para pengunjung silahkan berkomentar yang sopan. Komentar spam akan di hapus

Download Kitab 9 Imam Gratis


Kitab 9 Imam

Download Gratis Kitab 9 Imam

Silahkan download gratis kitab 9 Imam, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Shahih Bukhari

Download Gratis Kitab Shahih Bukhari terjemah

Silahkan download gratis kitab Shahih Bukhari, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya. [...]
Kitab Shahih Muslim

Download Gratis Kitab Shahi Muslim

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.[...]
Kitab Bulugul Maram

Kitab Bulugul Maram

Silahkan download gratis kitab Shahih Muslim, kilck gambar atau judulnya. Klick home untuk memilih kitab lainya.,[...]

Artikel ini Di Baca Ribuan Orang

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | SITUS ISLAM OMA SUPARTANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. SITUS ISLAM UNTUK PENCERAHAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template